Bencana Mengintai, Pemerintah Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Penanganan Darurat

Senin, 17 Agu 2026, 14:40 WIB

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan dana yang bersifat siap pakai (on call) senilai Rp5 triliun untuk merespons kebutuhan penanggulangan bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih membuka ruang tambahan anggaran sesuai kebutuhan riil di lapangan berdasarkan permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/8). — Sumber: Antara foto/HO-Kementerian Keuangan

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” kata Purbaya di Jakarta, Senin.

Menkeu memastikan setiap permintaan pendanaan untuk penanganan bencana akan ditindaklanjuti secara cepat melalui mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disiapkan Pemerintah.

"Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas," katanya menjelaskan.

Selain dana yang dikelola Kementerian Keuangan, Menkeu menyampaikan bahwa BNPB turut memiliki cadangan dana siap pakai sebesar sekitar Rp500 miliar untuk mendukung penanganan kebutuhan darurat di lapangan.

"Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali," katanya menambahkan.

Kesiapan tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah untuk memastikan aspek pembiayaan tidak menjadi hambatan dalam penanganan bencana.

Menkeu menyatakan dukungan anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan serta permintaan resmi dari BNPB, guna memastikan respons kebencanaan berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus menjaga kesiapan fiskal Pemerintah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di seluruh Indonesia.

Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8) malam, mencatat 54 warga meninggal dunia, 199 orang luka-luka, 9.963 orang mengungsi, dan 1.528 kepala keluarga (KK) terdampak. 

BNPB juga mencatat sebanyak 2.403 rumah rusak akibat gempa di sisi utara Pulau Flores tersebut, di mana 1.543 di antaranya mengalami rusak berat, 328 rusak sedang, 532 rusak ringan. 

Sebanyak 22 fasilitas pendidikan rusak dan 88 lainnya terdampak oleh guncangan gempa tersebut. Sedangkan fasilitas kesehatan yang terdampak mencapai 211 unit, di antaranya 21 rumah sakit dan 190 puskesmas. 

Selanjutnya BNPB mencatat terdapat satu gudang Perum Bulog, 42 fasilitas umum, 65 rumah ibadah, 105 unit kantor, 18 fasilitas irigasi, serta 34 titik jalan juga terdampak gempa M7,7 tersebut. 

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Jangan Sampai Terjebak Macet! Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Karnaval Kendaraan Hias

Peringati HUT ke-81 RI, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports

Bergerak Bersama, ASDP Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

Kemensos: Pemerintah Percepat Penanganan Korban Gempa NTT

Unik! Penumpang Kereta Diajak Bentangkan Bendera 25 Meter Sambut HUT Ke-81 RI

Pemkab Bogor Siap Kirim Tenaga Medis untuk Korban Gempa NTT

Upah Pengupas Bawang Rp700.000, Hasan Nasbi: Kita Harus Merdeka dari Penjajahan Algoritma

Semarak Asian Games Aichi-Nagoya Dimulai! Obor Resmi Berangkat dari Tokyo

Purbaya: Pemerintah Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Tangani Bencana

Jateng Bergerak Cepat! Kirim 16 Personel dan Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Dorong Ketahanan Pangan, Kemenperin Perkuat Mutu Industri Pupuk Lewat Standardisasi & Sertifikasi

Putri KW Bidik Hasil Maksimal di Kejuaraan Dunia 2026, Ini Targetnya

BMKG Catat 1.576 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 di Flores Hingga Senin Pagi

Putra Sulut Ukir Sejarah, Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera di Istana

Menteri P2MI Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Pekerja Migran

PT KAI Tekankan Keselamatan Layanan pada HUT ke-81 RI

Pemprov DKI: Tarif Khusus Transportasi Jakarta Hanya Rp8 Hari Ini

Kolonel Inf Priyo Handoyo Ditunjuk Jadi Komandan Upacara HUT Ke-81 RI, Ini Profil Selengkapnya

Keren, Tampil Meyakinkan! Persiapan Matang Bawa Alwi Melaju ke Babak Kedua

Kemenperin Padukan Budaya dan Penguatan Industri saat Peringatan HUT ke-81 RI

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.