Geser Alcaraz, Zverev Dipastikan Naik ke Peringkat Dua Dunia Usai Runner-up Wimbledon

Senin, 13 Jul 2026, 09:46 WIB

JAKARTA - Alexander Zverev dipastikan naik ke peringkat dua dunia ATP, menggeser Carlos Alcaraz, meski harus puas menjadi runner-up Wimbledon 2026 setelah kalah dari petenis No.1 dunia Jannik Sinner di final, Senin (13/7) WIB.

Pencapaian itu melanjutkan tren positif Zverev sepanjang musim ini setelah meraih gelar Grand Slam perdana di Roland Garros, lalu menembus final Wimbledon untuk pertama kali dalam karirnya.

Ket. Foto: Alexander Zverev sebelum pertandingan di Miami Open 2026 — Sumber: Wikipedia

"Pada tahun ini ada perkembangan. Saya pikir saya mampu menekan mereka. Saya memang belum mengalahkan mereka tahun ini, tetapi saya berhasil memaksa mereka bermain hingga batas kemampuan," kata Zverev, dikutip dari ATP.

Naiknya Zverev ke posisi kedua dunia juga memperkuat statusnya sebagai pesaing utama dominasi Sinner dan Alcaraz yang menguasai turnamen-turnamen utama dalam dua musim terakhir.

Sepanjang musim ini, Zverev membawa Alcaraz bermain lima set pada semifinal Australia Open sebelum kembali memberikan perlawanan sengit kepada Sinner dalam final Wimbledon yang berakhir dalam empat set.

"Walaupun berlangsung empat set, saya pikir itu adalah empat set yang sangat ketat dan juga bisa saja berlanjut hingga lima set," ujar petenis Jerman itu.

Meski kalah, Zverev mengaku puas dengan kualitas permainan yang ditampilkan di Centre Court.

"Saya merasa kami bermain pada level yang hampir sama dan sangat tinggi. Saya pikir kami berdua tampil luar biasa pada dua set pertama," kata Zverev

Menurut dia, kesalahan pukulan forehand pada awal tie-break set kedua menjadi titik balik yang mengubah momentum pertandingan.

"Itu sedikit mengubah jalannya pertandingan. Namun secara keseluruhan saya pikir level pertandingan sangat bagus," ujar petenis berusia 29 tahun itu.

Zverev juga menilai perubahan gaya bermain yang lebih agresif menjadi faktor penting di balik peningkatan performanya musim ini.

"Itulah tenis yang ingin saya mainkan dan gaya bermain yang ingin saya terapkan. Pada awal musim saya memang sedikit kesulitan dengan gaya ini, tetapi saya terus melakukannya secara konsisten," kata Zverev.

Ia optimistis pendekatan tersebut akan terus membawanya berkembang setelah mencatatkan sederet pencapaian penting musim ini, termasuk gelar Grand Slam pertama di Paris, final Wimbledon perdana, serta semifinal pada empat dari lima turnamen ATP Masters 1000 yang ia ikuti.

"Saya memenangi gelar Grand Slam pertama dalam karir saya di Paris. Saya mencapai final Wimbledon untuk pertama kalinya. Berarti ada sesuatu yang berjalan dengan baik. Memang belum sempurna, tetapi saya yakin kami bergerak ke arah yang benar," ujar Zverev.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.