Budaya dan UMKM Disatukan, Danau Toba Dibidik Jadi Etalase Produk Lokal
Senin, 13 Jul 2026, 16:35 WIBJAKARTA â Memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, mendorong pertumbuhan usaha, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Akses pasar yang lebih luas, baik melalui platform digital, kemitraan dengan industri, maupun penetrasi pasar ekspor, membuka peluang peningkatan penjualan dan diversifikasi pelanggan.
Namun, upaya tersebut perlu didukung oleh peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas pelaku usaha, kemudahan pembiayaan, serta pendampingan dalam memenuhi standar pasar agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pagelaran seni dan budaya dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk lokal untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di kawasan Danau Toba.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/7), mengatakan kolaborasi antara sektor budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM menjadi strategi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) menyelenggarakan Opera dan Konser Musik "Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia" di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (11/7).
Menurut Reghi, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan UMKM dari kawasan Danau Toba.
Menurut dia, melalui pameran dan pasar kreatif, berbagai produk lokal seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga komoditas unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
"Gagasan menghidupkan kembali pertunjukan Opera Batak merupakan hal yang luar biasa. Apalagi kegiatan ini dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM," ujar Reghi.
Ia mengatakan sinergi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Ketika destinasi seperti Danau Toba menghadirkan pagelaran seni dan budaya yang berkualitas, kunjungan wisata akan meningkat, ekonomi kreatif bergerak, dan UMKM memperoleh peluang yang lebih besar untuk memasarkan produknya," katanya.
Reghi menambahkan perpaduan Opera Batak dengan konser musik juga menjadi sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya kepada generasi muda maupun wisatawan.
Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan menjadikan kekayaan budaya tidak hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral yang kuat serta perlu terus dilestarikan.
Menurut Lamhot, pagelaran "Tona Sian Huta" diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali Opera Batak sekaligus mendorong pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di kawasan Danau Toba.
"Opera Batak harus terus dilestarikan. Melalui penyelenggaraan acara ini, saya berharap Opera Batak bangkit kembali dan dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Banjir Rendam 538 Rumah di Pati, 1.050 Jiwa Terdampak
-
Bandara Kertajati Bakal Jadi Hub Regional Asia, Kini Siap untuk MRO Pesawat Hercules
-
Fakta Baru Tabrakan KA di Bekasi, Masinis Sudah Lakukan Pengereman Sebelum Insiden
-
Pemulangan PMI Ilegal dari Malaysia
-
Jadwal Imsak Batam dan Wilayah Kepri Besok, Jumat 13 Maret 2026 Serta Malam Nuzulul Quran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.