Air China dan Singapore Airlines Perkuat Kemitraan, Tawarkan Lebih Banyak Pilihan Penerbangan
Senin, 13 Jul 2026, 12:45 WIBJAKARTA â Air China dan Singapore Airlines (SIA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk membentuk kemitraan usaha patungan (joint venture) komersial yang bertujuan memperkuat kerja sama kedua maskapai dalam meningkatkan layanan dan konektivitas penerbangan antara Singapura dan Tiongkok.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 29 Juni 2026 tersebut akan membuka peluang bagi kedua maskapai untuk menawarkan pilihan perjalanan yang lebih beragam, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta nilai tambah bagi pelanggan melalui sejumlah inisiatif strategis.
Dalam kerja sama tersebut, Air China dan SIA berencana memperluas layanan codeshare ke lebih banyak destinasi antara Singapura dan Tiongkok daratan, penerbangan domestik di Tiongkok, hingga rute menuju berbagai destinasi internasional di luar kedua negara.
Selain itu, kedua maskapai juga akan menyelaraskan jadwal penerbangan, mengembangkan penawaran tarif bersama, serta menjalankan kolaborasi pemasaran dan skema pembagian pendapatan. Seluruh rencana tersebut akan dijalankan setelah memperoleh persetujuan dari regulator terkait.
Sebagai sesama anggota Star Alliance, Air China dan Singapore Airlines juga akan mempererat kerja sama antara program loyalitas PhoenixMiles milik Air China dan KrisFlyer milik Singapore Airlines. Integrasi tersebut diharapkan memberikan lebih banyak manfaat bagi anggota, termasuk peluang yang lebih luas untuk mengumpulkan maupun menukarkan miles di kedua maskapai.
Kerja sama juga akan diperluas melalui pertukaran praktik terbaik di berbagai bidang operasional, seperti layanan penanganan di darat (ground handling), katering, hingga layanan dalam penerbangan.
Presiden Air China, Qu Guangji, mengatakan kedua maskapai telah memiliki fondasi kerja sama yang kuat selama bertahun-tahun sebagai anggota Star Alliance. Pihaknya akan terus memperdalam kemitraan bilateral, memperluas cakupan kerja sama codeshare, meningkatkan sinergi program frequent flyer, serta mendorong inisiatif joint venture secara aktif.
âDengan menghadirkan produk perjalanan yang semakin beragam dan layanan premium, kami ingin memberikan kenyamanan dan lebih banyak pilihan perjalanan bagi penumpang pada rute Tiongkok-Singapura," ujarnya melalui siaran pers pada hari Senin (13/7).
Sementara itu, Chief Executive Officer Singapore Airlines, Goh Choon Phong, mengatakan Air China memiliki jaringan domestik dan internasional yang luas sehingga menjadi mitra strategis yang tepat bagi SIA.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan, koneksi yang lebih mulus, serta kenyamanan yang lebih baik bagi pelanggan yang bepergian antara Singapura dan Tiongkok maupun ke berbagai destinasi lain dalam jaringan gabungan kedua maskapai.
"Kemitraan yang lebih erat dalam layanan dan program frequent flyer akan semakin meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan kami. Kerja sama ini juga akan mendukung pertumbuhan pariwisata, aktivitas bisnis, serta pertukaran budaya, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dan hubungan antar masyarakat antara Singapura dan Tiongkok," kata Goh.
Melalui pembentukan joint venture ini, Air China dan Singapore Airlines berharap dapat memperkuat posisi keduanya di pasar penerbangan internasional sekaligus mendukung meningkatnya mobilitas wisatawan maupun pelaku bisnis antara Singapura dan Tiongkok.
- Tiongkok
- MoU
- Industri Penerbangan
- penerbangan internasional
- codeshare
- Singapore Airlines
- pariwisata
- Singapura
- joint venture
- air china
- Star Alliance
- KrisFlyer
- PhoenixMiles
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Pemkot Surabaya dan Kementan Pastikan Penyaluran Bantuan Beras Tepat Sasaran
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat
-
Bencana Mengintai, Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun Dana Darurat
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.