Mobil Listrik Ferrari Luce Seharga Rp10,5 Miliar Laris Manis di Tiongkok

Minggu, 12 Jul 2026, 12:55 WIB

JAKARTA - Sebanyak 88 unit Ferrari Luce yang pada tahap awal dialokasikan untuk pasar Tiongkok menurut laporan media otomotif regional terjual habis hampir seketika, menunjukkan tingginya minat konsumen di pasar otomotif terbesar itu pada mobil listrik Ferrari.

Menurut siaran Arena EV pada Selasa (30/6), mobil serba listrik pertama keluaran mobil Italia itu masuk ke pasar Tiongkok dengan harga eceran 3.988.000 yuan atau sekitar Rp10,5 miliar menurut kurs saat itu.

Ket. Foto: Ferrari Luce saat diluncurkan di Shanghai, Tiongkok. — Sumber: Car News China/Speedsters

Harga Ferrari Luce di pasar Tiongkok sekitar tujuh persen lebih rendah dibandingkan dengan harga eceran di Eropa yang sebesar 550.000 euro atau sekitar Rp11,2 miliar.

Namun, penetapan harga 3.988.000 yuan untuk Ferrari Luce di pasar Tiongkok mengacu pada numerologi homofonik Tiongkok, bukan alasan ekonomi semata.

Urutan angka 3-9-8-8 pada label harga mobil listrik mewah itu seperti berkah yang dikemas indah bagi orang-orang super kaya yang membelinya.

Bacaan urutan angka 3-9-8-8 dalam bahasa Tiongkok secara fonetik terdengar seperti frasa puitis yang artinya "Kekayaan dan kemakmuran abadi sepanjang hidup Anda."

Strategi penetapan label harga yang menampilkan pesona keberuntungan abadi yang dipersonalisasi itu dinilai berhasil karena alokasi Ferrari Luce yang sengaja ditetapkan hanya 88 unit untuk pasar Tiongkok terjual habis hampir seketika.

Debut Ferrari Luce di Roma pada Mei 2026 dikabarkan sempat memicu gejolak di perusahaan. 

Sedan empat pintu rancangan mantan desainer Apple, Jony Ive, itu dikritik karena bentuknya praktis dan gayanya sederhana.

Para kritikus berpendapat penampilan kendaraan tersebut kurang agresif dibandingkan dengan mobil Ferrari tradisional.

Respons negatif itu sempat menyebabkan harga saham perusahaan turun lebih dari enam persen dalam satu hari.

Setelah peluncuran yang kurang mulus, Ferrari mengganti kepala pemasaran lamanya, Enrico Galliera, dengan Massimiliano Di Silvestre, yang sebelumnya mengelola divisi Italia BMW.

Galliera secara terbuka membela taktik penjualan merek, dan menyatakan bahwa model mobil yang baru dibangun untuk menarik demografi pembeli yang sama sekali baru, bukan kolektor supercar yang sudah ada.

Ferrari Luce bukan supercar rendah tradisional yang dirancang untuk lintasan balap, tetapi dirancang sebagai grand tourer lima tempat duduk yang praktis.

Peluncuran model mobil listrik ini dinilai unik dalam sejarah merek, yang secara tradisional lebih banyak berfokus pada kendaraan dua pintu dengan performa tinggi.

Status mewah menempatkan Luce dalam kategori yang berbeda dengan mobil listrik buatan merek domestik Tiongkok.

Produsen lokal sekarang membangun mobil listrik sangat canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah.

BYD memiliki Yangwang U9, supercar listrik yang harganya setengah dari model keluaran produsen Italia tetapi menawarkan pengisian daya baterai lebih cepat, akselerasi lebih cepat hingga 100 km/jam, dan tenaga lebih dari 200 tenaga kuda.

Saingan lainnya, Hyptec SSR dari GAC yang harganya mulai dari 1.286.000 yuan atau sekira Rp3,4 miliar trim teratasnya bisa mencapai kecepatan 100 km/jam dalam 1,9 detik.

Terlepas dari perbedaan teknisnya, para ahli industri meragukan bahwa pembeli sedan impor Ferrari Luce mempertimbangkan alternatif lokal seperti Denza Z9 GT atau pilihan domestik berspesifikasi tinggi lainnya.

Bagi populasi ultra-kaya, kendaraan dianggap sebagai salah satu simbol status. Selain itu, konsumen di Tiongkok memandang penggunaan tenaga listrik sebagai langkah maju alami untuk kemewahan modern.

Ferrari tahu persis apa yang mereka lakukan saat mendesain Luce dan pabrikan Italia itu tampaknya menemukan audiens yang menerima masa depan penggerak otomotif meskipun kendaraan tersebut terlihat berbeda dari model-model lamanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa Flores, TNI Kerahkan 1.267 Personel untuk Bantu Warga Terdampak.

Plan Indonesia Terima Kunjungan Puluhan Relawan Muda dari Korea Selatan-Indonesia Perbaiki Sekolah dan Lingkungan di Jakarta

Punggawa Timnas Indonesia Romeny & Hubner Antarkan Fortuna Sittard Bantai Cambuur 3-1

Panglima TNI Hadiri Pengukuhan Paskibraka Tingkat Pusat 2026

Gubernur Kalsel Terbang dengan F-16, Sensasi Dunia Tempur Jadi Daya Tarik Expo 2026.

Siswa SRMP 20 Budi Luhur Intip Lebih Dekat Dunia TNI AU di Lanud Sjamsudin Noor.

Inter Milan Menang Dramatis atas Real Betis, Gol John Stones Jadi Pahlawan di Laga Pramusim

Pos Polisi Lalu Lintas Margorejo Surabaya Diduga Dilempar Bom Molotov

Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan

Kota Wina Digugat soal Tarif Toilet Umum Khusus Perempuan Tapi untuk Pria Gratis

Krisis Air Makin Parah! Warga Swiss Dilarang Cuci Mobil dan Siram Taman

Jakarta Diprediksi Berawan Seharian Minggu Ini, BMKG Catat Suhu Bisa Capai 34 Derajat

Drama 6 Gol! AC Milan Menang Telak 4-2 atas Manchester United

Resmi! Bek Sayap Timnas Inggris Djed Spence Tinggalkan Tottenham, Kini Berseragam Inter Milan

Meriah Banget Semarak HUT RI! Seribuan Siswa Aceh Barat Turun ke Jalan Ikuti Karnaval Kemerdekaan

Meski Hasil Kurang Memuaskan, Singapura Temukan Sisi Positif Lawan Yordania

Gempa Simalungun Bikin Warga Aceh Barat Waspada, BPBD Beri Kabar Terbaru

Dedi Mulyadi Gagas Lima Desa di Bekasi Ditata dengan Nuansa Sunda, Rumah Tradisional Bakal Dipertahankan

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.