Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri ke Investor Rusia di INNOPROM 2026

Jumat, 10 Jul 2026, 17:58 WIB

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan potensi 180 kawasan industri nasional kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, 8 Juli 2026. Penawaran ini sebagai langkah memperkuat promosi Indonesia sebagai destinasi investasi global sekaligus membangun klaster industri internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kawasan industri adalah strategi utama pemerintah untuk pemerataan industrialisasi dan memperkuat daya saing manufaktur nasional.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sesi Business Talk - Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate: Regulatory Harmonization and The Development of International Industrial Clusters di Ekaterinburg, Rusia (8/7) — Sumber: istimewa

“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global,” ujar Agus.

Kinerja kawasan industri terus positif. Sepanjang 2025, kawasan industri berhasil menarik investasi Rp6.744,58 triliun atau naik 9,26% dan menyerap 2,35 juta tenaga kerja.

Fokus Kerja Sama: Harmonisasi Regulasi dengan Rusia

Dalam sesi Business Talk, Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menekankan pentingnya harmonisasi regulasi agar investasi berjalan efisien dan transparan.

“Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas,” ucap Tri.

Diskusi ini juga melengkapi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia sehari sebelumnya.

Strategi & Insentif yang Ditawarkan

Hingga TW II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri dengan hampir 12 ribu tenan. Pengembangannya dilakukan lewat 4 pendekatan: kawasan berteknologi tinggi, berbasis hilirisasi SDA, hemat air di luar Jawa, dan padat karya di Jawa.

Untuk menarik investor, pemerintah menyiapkan paket insentif fiskal dan nonfiskal seperti HGBT, kemudahan perizinan, status Objek Vital Nasional, restrukturisasi mesin, hingga pembebasan bea masuk.

Contoh Sukses: Kendal SEZ

Sebagai showcase, Kemenperin memaparkan Kendal Special Economic Zone. Hingga 2025, Kendal SEZ mencatat investasi kumulatif Rp187,05 triliun dengan 76 ribu tenaga kerja dan 142 perusahaan dari berbagai negara. 

Saat ini sedang dikembangkan Ecosystem Hub 1.200 Ha yang ditargetkan menyerap 250 ribu tenaga kerja dan investasi tambahan Rp370 triliun.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.