Genap 1.000 Hari Krisis Gaza, Dompet Dhuafa Tegaskan Komitmen Kemanusiaan Melalui Mesir

Jumat, 10 Jul 2026, 14:55 WIB

JAKARTA - Genap 1.000 hari krisis kemanusiaan di Palestina, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza melalui berbagai program kemanusiaan. Lembaga filantropi tersebut memastikan amanah masyarakat Indonesia tetap tersalurkan meski akses bantuan ke wilayah konflik masih menghadapi berbagai kendala.

Selama hampir tiga tahun terakhir, kondisi di Jalur Gaza terus memburuk akibat konflik yang berkepanjangan. Sekitar 90 persen wilayah dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian besar kawasan tidak lagi layak dihuni, sementara krisis pangan dan layanan kesehatan semakin memburuk karena terbatasnya distribusi bantuan kemanusiaan.

Ket. Foto: Genap 1.000 hari krisis kemanusiaan di Palestina, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza melalui berbagai program kemanusiaan. Lembaga filantropi tersebut memastikan amanah masyarakat Indonesia tetap tersalurkan meski akses bantuan ke wilayah konflik masih menghadapi berbagai kendala. — Sumber: Istimewa

Diperkirakan hampir 400 ribu warga Gaza hanya mampu memperoleh makanan setidaknya satu kali dalam sehari. Di sisi lain, lebih dari 62 persen stok obat-obatan untuk layanan kesehatan primer telah habis, sedangkan rumah sakit yang masih beroperasi harus melayani pasien di tengah keterbatasan listrik, bahan bakar, obat-obatan, dan tenaga medis.

Dompet Dhuafa menjelaskan, berbagai bantuan terus disalurkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, jaringan kemanusiaan internasional, serta mitra lokal di Gaza. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan tetap dapat menjangkau masyarakat terdampak meski jalur distribusi masih sangat terbatas.

"Rangkaian program kemanusiaan yang dijalankan untuk Palestina, di antaranya adalah distribusi paket pangan darurat bagi keluarga pengungsi; pengiriman obat-obatan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, termasuk dukungan operasional ambulans dan layanan medis di Gaza serta bantuan bahan bakar untuk rumah sakit; pengadaan perlengkapan musim dingin seperti selimut dan matras; dukungan dapur umum dan distribusi makanan siap saji; penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur dan distribusi air; serta pengiriman truk-truk kontainer bantuan kemanusiaan melalui Mesir bersama misi kemanusiaan Indonesia," ujar Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Selain menyalurkan bantuan darurat, Dompet Dhuafa juga kembali mengirimkan tim kemanusiaan ke Mesir pada 2026 dengan membawa kontainer berisi bahan pangan dan alat kesehatan. Ambulans wakaf yang telah beroperasi di Gaza juga terus dimanfaatkan untuk membantu korban konflik sekaligus memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan.

"Pada 2026, Dompet Dhuafa kembali mengirimkan tim kemanusiaan menuju Mesir dengan membawa kontribusi berupa kontainer berisi bahan pangan dan alat kesehatan. Ambulans wakaf yang telah beroperasi di Gaza juga terus melayani warga yang menjadi korban konflik, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan medis di tengah keterbatasan. Selain itu, Dompet Dhuafa juga terlibat langsung dalam pengiriman relawan kemanusiaan melalui solidaritas global untuk Palestina di Global Sumud Flotilla dan Global Peace Convoy Indonesia," lanjutnya.

Lembaga tersebut juga mulai menyiapkan berbagai program pemulihan untuk mendukung fase recovery ketika situasi memungkinkan. Program itu meliputi penguatan fasilitas kesehatan, penyediaan alat medis, hingga rehabilitasi layanan publik yang terdampak konflik.

Dompet Dhuafa menilai solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina tetap terjaga selama hampir tiga tahun terakhir. Donasi yang disalurkan masyarakat melalui berbagai lembaga kemanusiaan menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak geografis.

Bagi Dompet Dhuafa, Palestina merupakan panggilan kemanusiaan yang harus terus dijawab melalui aksi nyata. Bantuan yang diberikan masyarakat diharapkan dapat menjadi sumber pangan bagi warga yang kelaparan, layanan kesehatan bagi korban yang terluka, perlindungan bagi para pengungsi, serta menghadirkan harapan bagi anak-anak yang tumbuh di tengah situasi konflik berkepanjangan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.