Kelekak Durian Jadi Kebanggaan Bangka Barat dan Penopang Ekonomi
Kamis, 09 Jul 2026, 16:40 WIBBANGKA BARAT â Kelekak durian bukan sekadar kebun warisan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Bangka Barat yang patut dijaga.
Selain menjadi simbol budaya lokal, kawasan ini menyimpan potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara berkelanjutan, mulai dari hasil panen durian hingga pengembangan wisata berbasis alam.
Karena itu, menjaga kelekak berarti ikut merawat warisan leluhur sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Di Bangka Barat, khususnya di Desa Pelangas ini banyak "kelekak" (sebutan lokal untuk kebun menyerupai hutan kecil yang oleh leluhur ditanami berbagai tanaman buah untuk diwariskan kepada keluarga), pohon durian yang rasa buahnya sangat nikmat," kata Bupati Bangka Barat Markus di Pelangas, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/7).
Hal ini dikatakan Markus menanggapi pelaksanaan Kontes Durian yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi Babel di Desa Pelangas, Simpangteritip.
Menurut dia, "kelekak" durian merupakan harta peninggalan orang tua dan leluhur keluarga yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena bibit yang ditanam pada waktu itu merupakan bibit unggul sehingga durian yang dihasilkan saat ini juga berasa nikmat.
Menurut dia, meskipun durian yang ada di "kelekak" warga Pelangas tidak semuanya masuk kategori durian unggul, namun diharapkan warga tetap menjaga pohon yang masih ada agar produksi durian semakin banyak.
"Untuk durian yang masuk klasifikasi unggul bisa dikembangkan, sedangkan yang kualitas biasa untuk menjaga stok atau bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan," katanya.
Dengan pola seperti itu diyakini durian akan semakin bernilai dan bisa menyejahterakan masyarakat karena berbagai jenis produk olahan buah durian laku keras dan diminati konsumen.
"Melalui kontes durian yang dilaksanakan hari ini kami berharap muncul varietas-varietas baru sehingga masyarakat bisa mengembangkan lebih baik lagi ke depannya," katanya.
Ia mengatakan banyak jenis durian lokal yang tidak kalah dengan durian premium, dan Pemkab Bangka Barat sudah melakukan pendataan berbagai jenis varietas yang ada di daerah itu, bahkan beberapa nama durian itu juga sudah diusulkan agar tidak diklaim daerah lain.
"Kami berpesan agar pemenang kontes durian ini terus menjaga induk tanaman durian dan mulai dikembangkan agar varietas itu bisa ditanam juga oleh warga lain sehingga semakin banyak produksi durian unggul dari Bangka Barat, dan terkait budidaya durian, Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian siap membantu memperbanyak bibit," katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Kurniawan mengatakan kontes durian yang dilaksanakan di Desa Pelangas, Bangka Barat, merupakan salah satu upaya nyata pemerintah agar durian lokal semakin dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional.
"Selama ini masih banyak durian lokal yang tersebar di berbagai pelosok desa yang potensial menjadi durian unggul namun belum mendapatkan kesempatan, melalui kontes ini kita upayakan agar semakin dikenal sehingga nilai jual meningkat," katanya.
Kontes durian yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel melalui UPTD Pengawasan Verifikasi Mutu Benih ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Babel bersama kabupaten untuk menyelamatkan dan melestarikan kekayaan plasma nuftah buah-buahan lokal, khususnya durian, yang tersebar hingga pelosok desa.
- Bangka Barat
- Kelekak Durian
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.