Investor Indonesia Serbu Tokenisasi Saham AI, NVIDIA, Meta, dan Microsoft Jadi Favorit

Kamis, 09 Jul 2026, 14:25 WIB

Jakarta - Platform perdagangan aset keuangan digital, Bittime mengungkapkan minat investor Indonesia terhadap tokenisasi saham sektor kecerdasan artifisial (AI) terus meningkat.

Berdasarkan data Bittime, mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir ke saham-saham perusahaan AI.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seseorang sedang memantau fitur staking aset kripto melalui aplikasi di gawai, Jakarta, Selasa (30/6). — Sumber: Antara

Agar ekosistem tersebut terus terjaga, Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn memandang penguatan regulasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia.

"Komitmen OJK dalam penguatan IAKD, memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," ujar Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7).

Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) pada 2 Juli 2026 lalu, OJK menegaskan perkembangan teknologi, mulai dari AI hingga tokenisasi aset memang membuka peluang besar bagi pengembangan sektor keuangan.

OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi over-the-counter (OTC), hingga Single Investor Identifier (SID).

Sementara, di tengah perkembangan tersebut, pasar aset kripto global masih bergerak cenderung stagnan.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7), harga Bitcoin berada di kisaran 62.900 dolar AS atau turun 0,59 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih naik 6,61 persen dalam sepekan.

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau kategori fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada level extreme fear.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan sebagian investor mulai mencari alternatif diversifikasi investasi yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global, termasuk melalui tokenisasi saham.

Bittime mencatat kepemilikan tokenisasi saham AS meningkat 106 persen dalam 48 jam setelah peluncuran fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks.

Sebanyak 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenisasi saham NVIDIA, Meta, dan Microsoft.

Aset Digital

Sementara itu, permintaan terhadap tokenisasi saham Apple, Google, Tesla, dan Amazon tercatat relatif lebih datar.

Selain itu, hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime langsung ditempatkan pada fitur Earn untuk memperoleh imbal hasil hingga 7 persen.

Hal itu menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur terhadap saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital.

Melihat tingginya antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini.

Berdasarkan perilaku pengguna pada kampanye sebelumnya, SpaceX Token (SPCXX) dipilih sebagai insentif utama, sementara pengguna tetap dapat menikmati fitur Earn dengan reward hingga 7 persen.

Ryan mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai lebih selektif dalam memilih sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," ujar Ryan.

Adapun sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime terus memperluas akses masyarakat terhadap investasi global melalui Tokenized US Stocks.

Sejalan dengan data OJK yang mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 22,4 juta, data awal Bittime menunjukkan inovasi tokenisasi aset mulai mendapat respons positif dari investor Indonesia, khususnya untuk memperoleh eksposur pada perusahaan-perusahaan yang menjadi pemimpin perkembangan teknologi AI.

  • Keuangan Digital

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.