Gandeng Baznas DKI Jakarta, Gubernur Pramono Salurkan Santunan Muharam Rp3,44 Miliar

Kamis, 09 Jul 2026, 15:45 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menggelar Program Santunan Muharam dan Belanja Bersama Anak Yatim di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yatim menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Kegiatan yang mengusung tema "Muliakan Anak Yatim Bersama Gubernur" ini dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Selain memberikan santunan, pemerintah juga mengajak anak-anak yatim berbelanja langsung agar mereka dapat memilih sendiri perlengkapan sekolah sesuai kebutuhan dan keinginan masing-masing.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menggelar Program Santunan Muharam dan Belanja Bersama Anak Yatim di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yatim menjelang dimulainya tahun ajaran baru. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Semoga program yang sangat baik ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebentar lagi masuk sekolah, nanti tasnya baru, bukunya baru, bajunya baru, semangatnya juga baru," tutur Gubernur Pramono.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 anak yatim menerima voucher belanja senilai Rp750 ribu, santunan tunai sebesar Rp250 ribu, serta berbagai perlengkapan sekolah. Program ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru sekaligus meringankan beban keluarga mereka.

Pramono menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pembuka rangkaian Program Santunan Muharam Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Sepanjang pelaksanaannya, program tersebut ditargetkan menjangkau 3.440 penerima manfaat di seluruh wilayah Jakarta dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp3,44 miliar.

Gubernur Pramono juga memberikan apresiasi kepada Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta yang selama ini menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan berbagai program sosial. Salah satu program yang mendapat dukungan Baznas adalah Program Pemutihan Ijazah bagi peserta didik dari keluarga prasejahtera agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala administrasi.

Sepanjang tahun 2025, Program Pemutihan Ijazah telah membantu sebanyak 6.050 peserta didik dengan total nilai bantuan mencapai Rp14,9 miliar. Pada tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta kembali menargetkan pemutihan sekitar 6.000 ijazah sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program bantuan. Program tersebut meliputi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), LPDP Jakarta, hingga berbagai bantuan sosial pendidikan lainnya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pramono menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak di Jakarta untuk meraih masa depan yang lebih baik. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki akses pendidikan yang merata.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.