Kejar Produktivitas Pertanian, Kementerian PU Pacu Pembangunan Irigasi 100 Hektare
Rabu, 08 Jul 2026, 14:20 WIBJAKARTA â Pembangunan irigasi baru merupakan investasi strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui kepastian pasokan air sepanjang musim tanam.
Selain memperluas intensitas tanam dan mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim, proyek ini juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sentra pertanian.
Namun, manfaatnya akan optimal apabila diiringi dengan pengelolaan jaringan irigasi yang berkelanjutan dan tata kelola distribusi air yang efektif.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air atau SDA menargetkan pembangunan irigasi baru seluas 100 hektare pada tahun depan.
"Target prioritas tahun 2027 dengan pagu indikatif sebesar Rp25,44 triliun kami manfaatkan untuk melaksanakan tugas dengan target untuk kegiatan irigasi dan rawa ditargetkan pembangunan irigasi baru seluas 100 hektare," ujar Direktur Jenderal SDA Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (8/7).
Dia juga menambahkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA juga menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 40.678 hektare pada tahun 2027.
Untuk kegiatan sungai dan pantai, Ditjen SDA menargetkan pembangunan pengendali banjir sepanjang 59,15 km, pengaman pantai sepanjang 5,05 km, dan pengendalian sedimen/lahar gunung berapi sebanyak 2 unit.
"Untuk kegiatan penyediaan air baku ditargetkan pembangunan sarana prasarana air baku dengan kapasitas 0,76 meter kubik per detik," katanya.
Dia juga menyampaikan, untuk kegiatan bendungan danau ditargetkan lanjutan pembangunan 14 bendungan dan revitalisasi 4 danau. Lalu terdapat berbagai kegiatan pendukung seperti pengadaan tanah untuk proyek non- Proyek Strategis Nasional (PSN), dukungan teknis, dan dukungan manajemen dalam hal ini adalah gaji, operasional perkantoran, dan lain-lain.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menempatkan sumber daya air sebagai sektor yang cukup strategis pada Astacita Presiden dan Wakil Presiden. Sumber daya air masuk ke dalam Asta kedua atau prioritas nasional kedua yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Sumber daya air mendukung pencapaian target Astacita kedua tersebut melalui program prioritas swasembada air yang difokuskan pada perwujudan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan produktif melalui empat kegiatan prioritas.
Pertama, pembangunan dan pengelolaan tampungan air. Kedua, penyediaan pasokan air berkelanjutan. Ketiga, pengelolaan risiko daya rusak air, serta keempat,pengembangan terpadu pesisir utara Jawa.
- Kementerian PU
- Irigasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.