Ditjen SDA Prioritaskan Irigasi dan Bendungan demi Dukung Swasembada Air
Rabu, 08 Jul 2026, 21:40 WIBJAKARTA â Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan pembangunan irigasi dan bendungan untuk mendukung Program Swasembada Air. Program tersebut menjadi bagian pelaksanaan prioritas nasional kedua dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029.
Dirjen SDA Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengatakan kebijakan tersebut diarahkan melalui pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan produktif. Menurut dia, pelaksanaan mencakup pembangunan tampungan air, penyediaan pasokan air, pengendalian risiko daya rusak air, serta pengembangan terpadu Pantura.
"Sumber daya air mendukung pencapaian target asta cita ke-2 tersebut melalui program prioritas swasembada air. Ini difokuskan pada perwujudan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan produktif melalui empat kegiatan prioritas," kata Arnold dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senayan, Rabu (8/7) Juli 2026.
Ia mengatakan pemerintah menargetkan melanjutkan pembangunan 15 bendungan yang telah dimulai pada periode sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga akan merevitalisasi tampungan air alami berupa danau dan situ serta mengoptimalkan operasi waduk yang telah tersedia.
âKegiatan prioritas pembangunan dan pengelolaan tampungan air ditargetkan untuk melanjutkan pembangunan 15 bendungan yang sudah dimulai pada periode sebelumnya. Untuk mewujudkan penyediaan pasokan air berkelanjutan, ditargetkan pembangunan irigasi baru seluas 500 ribu hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi rusak,â ujar dia.
Menurut Arnold, bendungan yang telah selesai juga akan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi sektor pertanian dan air baku. Ia menyebut, direktoratnya turut melaksanakan operasi serta pemeliharaan bendung, jaringan irigasi, dan sarana penyediaan air baku.
Selain itu, Arnol mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir sepanjang 800 kilometer hingga 2029. Pembangunan pengamanan pantai sepanjang 127 kilometer serta pengendalian sedimen dan lahar gunung berapi sebanyak 87 unit juga telah direncanakan.
Arnold mengungkapkan seluruh program tersebut dilaksanakan melalui pengelolaan sumber daya air terpadu dengan penguatan tata kelola. Upaya tersebut didukung penerapan smart water management, water accounting, perencanaan terpadu, serta penguatan kelembagaan pengelolaan sumber daya air. ils/I-1
- Ditjen SDA
- Swasembada Air
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.