Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat
Rabu, 08 Jul 2026, 23:05 WIBKupang - Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi erupsi dan dentuman.
Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok Stanislaus Arakian dalam laporannya yang diterima di Kupang, Rabu, mengatakan peningkatan aktivitas telah teramati sejak pertengahan Juni 2026 dan berlanjut hingga awal Juli.
"Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, Gunung Ile Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama kenaikan jumlah kejadian erupsi yang signifikan. Namun, tingkat aktivitas masih berada pada Level II atau Waspada," kata Stanislaus Arakian dalam laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang, Rabu.
Ia menjelaskan sejak status aktivitas diturunkan menjadi Level II pada 24 Februari 2026, aktivitas gunung masih berfluktuasi dengan beberapa kali peningkatan kegempaan, termasuk pada April dan Mei 2026.
Memasuki pertengahan Juni hingga awal Juli, peningkatan terutama terjadi pada jumlah gempa erupsi dan gempa hembusan yang diikuti suara dentuman cukup kuat.
Menurut Stanislaus, dentuman dari kawah dalam beberapa kejadian dapat menggetarkan dinding rumah serta kaca jendela milik warga di sekitar gunung.
Selama periode 1 hingga 30 Juni 2026, Pos PGA mencatat 1.746 gempa erupsi, 2.198 gempa hembusan, 45 gempa guguran, 56 tremor harmonik, 55 tremor nonharmonik, 32 gempa hybrid, 11 gempa vulkanik dangkal, 124 gempa vulkanik dalam, 31 gempa tektonik lokal, dan 41 gempa tektonik jauh.
Sementara pada periode 1 hingga 7 Juli 2026, tercatat 908 gempa erupsi, 583 gempa hembusan, enam gempa guguran, 13 tremor harmonik, 17 tremor nonharmonik, lima gempa hybrid, empat gempa vulkanik dangkal, delapan gempa vulkanik dalam, lima gempa tektonik lokal, serta 12 gempa tektonik jauh.
Meski energi seismik berdasarkan pengukuran Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) mengalami peningkatan, nilainya masih berada di bawah tingkat energi seismik yang tercatat pada Juni 2026.
Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi antara 20 hingga 400 meter di atas puncak.
Kolom erupsi terpantau mencapai ketinggian 100 hingga 600 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu.
Petugas juga mengamati lontaran material pijar sejauh sekitar 200 hingga 500 meter ke arah tenggara dan sekitar 100 meter ke arah selatan.
PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung.
"Masyarakat diimbau tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ile Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang berada dalam fase erupsi," ujar Stanislaus.
Selain itu, warga yang berada di sekitar gunung diminta menggunakan masker, pelindung mata, dan menutup tempat penampungan air bersih untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan maupun kualitas air.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Babel Terapkan MPLS Ramah Bebas "Bullying" Siswa Baru
-
PSG Dilanda Cedera, Rebut Puncak Klasemen Ligue 1 Jelang Duel Kontra Barcelona
-
Pemprov DKI dan Kementerian PUPR Uji Coba Jalur Gratis Tol Fatmawati 2 Menuju Lebak Bulus
-
Viral Gambar Agen FBI 'Culun' yang Mendadak Garang Saat Penembakan di Makan Malam Trump
-
Kunjungan Wakil Ketua DPR ke Bursa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.