Xi Jinping Ganti Pemimpin Antikorupsi untuk Bersihkan Militer

Senin, 06 Jul 2026, 02:30 WIB

BEIJING – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah menunjuk kepala baru untuk upaya antikorupsi di angkatan bersenjata seiring dengan kelanjutan pembersihan militer terbesar di negara itu dalam setengah abad terakhir.

Menurut kantor berita Xinhua, Presiden Xi telah menunjuk Zhang Shuguang menjadi sekretaris komisi inspeksi disiplin Komisi Militer Pusat (CMC) menggantikan Zhang Shengmin, dan penunjukkan ini ia ungkapkan pada sebuah upacara di Beijing pada Jumat (3/7) lalu.

Ket. Foto: Xi Jinping — Sumber: AFP/Sputnik/Kristina Solovyova

Selain itu Presiden Xi juga telah menunjuk Wang Gang untuk menjabat sebagai komandan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), demikian pernyataan tersebut.

Kedua pria tersebut dipromosikan ke pangkat jenderal, tingkat tertinggi bagi perwira yang masih aktif bertugas di Tiongkok.

Zhang Shengmin, yang sejak 2017 menjabat sebagai pejabat antikorupsi tertinggi di militer, kini menjadi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Masih belum jelas peran apa yang akan diemban mantan Komandan Angkatan Udara, Chang Dingqiu, selanjutnya.

Promosi jabatan tersebut dapat menempatkan mereka pada posisi untuk mengisi kekosongan di Komisi Militer Pusat yang tadinya beranggotakan tujuh orang dan secara efektif telah berkurang menjadi dua orang akibat penyelidikan korupsi.

Komisi tersebut diketuai oleh Presiden Xi. Satu-satunya anggota aktif lainnya adalah Wakil Ketua Zhang Shengmin.Dua mantan wakil ketua, termasuk jenderal tertinggi militer, telah dicopot atau secara efektif dicopot.

Komisi baru diperkirakan akan diumumkan pada musim gugur tahun depan, pada akhir masa jabatan lima tahun komisi saat ini.

Kampanye Besar-besaran

Presiden Xi telah meluncurkan kampanye besar-besaran untuk memberantas korupsi di angkatan bersenjata pada pertengahan tahun 2023, beberapa bulan setelah mengamankan masa jabatan ketiga yang memecahkan rekor.

Sejak itu, ia telah memecat dua wakil ketua militer, tiga anggota CMC, seorang mantan menteri pertahanan, dan setidaknya selusin jenderal senior yang mengawasi komando militer.

Dua mantan menteri pertahanan bahkan dijatuhi hukuman mati yang ditangguhkan pada bulan Mei lalu.

Dalam perkembangan yang mungkin paling mengejutkan pada awal tahun 2026, Presiden Xi meluncurkan penyelidikan terhadap jenderal utamanya dan mantan sekutunya, Zhang Youxia.

Pekan lalu, Beijing mencabut kursi enam anggota parlemen militer di parlemen nasional.

Setelah membersihkan hampir seluruh jajaran komando militer tertingginya karena korupsi, Presiden Xi mengirim para perwira senior PLA ke kursus pelatihan ulang politik intensif selama sepuluh pekan pada awal tahun 2026.

“Segala pemikiran dan tindakan yang bertujuan mencari keuntungan pribadi dan korupsi pada dasarnya tidak sesuai dengan sifat dan tujuan partai,” ucap Presiden Xi pada para perwira di awal program pelatihan tersebut.

“Pandangan Xi tampaknya adalah bahwa kontrol politik yang lebih ketat akan menjadikan PLA sebagai kekuatan perang yang lebih efektif dan oleh karena itu sebagai instrumen paksaan yang lebih kredibel atas Taiwan dan di Laut Tiongkok Selatan,” komentar Neil Thomas, seorang peneliti di Asia Society Policy Institute yang berbasis di New York.

“Pembersihan komandan senior mungkin akan merugikan kesiapan dalam jangka pendek, tetapi Xi tampaknya bersedia menerima risiko itu karena ia percaya hal itu akan menghasilkan militer yang lebih disiplin dan lebih mampu dari waktu ke waktu,” pungkas dia. ST/Bloomberg/NPR/I-1

  • xi jinping

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.