Pendidikan Tidak Hanya Fokus pada Peningkatan Akademik
Senin, 06 Jul 2026, 22:48 WIBMalinau, Kaltara - Bupati Malinau Wempi W Mawa menegaskan untuk bersaing di era digital, transformasi pendidikan tidak cukup hanya berfokus peningkatan akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, moralitas, dan kemampuan peserta didik.
âPerkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan,â ujarnya saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah 2026 di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Prioritas Kalimantan Utara (Kaltara) di Malinau, Senin.
Melalui pelatihan bertema "Transformasi Kepemimpinan, Digitalisasi Pendidikan, Implementasi Kurikulum dan Optimalisasi Tata Kelola Sekolah" ini, ia berharap, para kepala sekolah dan guru mampu beradaptasi dengan digitalisasi, memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, sekaligus memastikan peserta didik tetap memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Ia mendorong seluruh kepala sekolah terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi, termasuk memperkuat komunikasi dan pengawasan terhadap sekolah melalui berbagai platform digital.
âPerkembangan teknologi seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil,â katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan dasar peserta didik, terutama membaca, menulis, dan berhitung, agar tidak ada lagi siswa naik jenjang pendidikan tanpa memiliki kemampuan literasi yang memadai.
âMinimal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dasar, mereka mampu membaca dan berhitung dengan baik, serta memiliki bekal pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan,â ujarnya.
Bupati Wempi mengingatkan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan sekolah.
Ia mengharapkan guru menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab dan nilai-nilai integritas kepada peserta didik.
âKeberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari prestasi akademik siswa, tetapi juga dari kemampuannya membina anak-anak yang sebelumnya kurang disiplin menjadi pribadi yang lebih baik,â katanya.
Agar pembinaan karakter anak berjalan selaras antara lingkungan, keluarga dan sekolah, dia juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan para orang tua.
Selain itu, dia mengajak satuan pendidikan memanfaatkan potensi daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran, baik pengenalan budaya lokal, bahasa daerah, sumber daya alam, maupun berbagai profesi di lingkungan sekitar yang dinilai penting untuk memperluas wawasan dan cita-cita peserta didik.
âKita ingin anak-anak Malinau memiliki kompetensi, kapasitas, dan karakter sehingga mampu bersaing di mana pun mereka berada tanpa kehilangan jati diri dan kecintaan terhadap daerahnya,â katanya.
Pelatihan yang diikuti ratusan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Malinau ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BPKP) Kabupaten Malinau yang juga difasilitasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltara.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harpelnas 2026, GASPOL Pertamina Lubricants Digelar untuk Pengemudi Maxim
-
Pemprov DKI Pastikan Optimalisasi APBD 2026 Penuhi Kebutuhan Warga
-
Sompo Indonesia jalin kolaborasi dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia
-
Carabao Cup: Tottenham Benamkan Charlton 5-1, Newcastle Singkirkan West Brom
-
Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino
-
Jangan Sekadar Slogan, Tema Kemerdekaan Momentum Benahi Pendidikan
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Sorotan! Abu Vulkanik Terdeteksi Mengarah ke Barat Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.