138,5 KM Jalan Dibangun! Menteri PU Buka Konektivitas Wanam - Muting Papua Selatan

Senin, 06 Jul 2026, 20:34 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Papua Selatan. Di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, pembangunan jalan dan sumber daya air kini menjadi fondasi untuk menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan di Wanam tidak hanya diukur dari panjang jalan atau luas lahan. Infrastruktur yang dibangun adalah investasi negara untuk membuka akses, menciptakan lapangan kerja, dan menumbuhkan kemandirian masyarakat Papua.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Papua Selatan — Sumber: istimewa

“Di Wanam, kita tidak sedang membangun jalan dan saluran air semata. Kita sedang membuka jalan hidup baru bagi masyarakat. Ada ibu-ibu yang ingin berasnya tumbuh dari kampung sendiri, ada anak-anak yang ingin berangkat sekolah dengan lebih nyaman, dan ada warga yang ingin punya pekerjaan dari tanahnya sendiri. Itu yang harus kita jaga,” kata Menteri Dody, Minggu (6/7).

Menurut Menteri Dody, infrastruktur sumber daya air dan konektivitas adalah kunci untuk mengubah lahan rawa yang selama ini belum produktif menjadi kawasan pertanian yang bernilai ekonomi.

“Kalau airnya ada, lahan bisa hidup. Kalau jalannya terbuka, hasil panen bisa keluar. Kalau masyarakat ikut bekerja dan ekonominya bergerak, maka pembangunan ini bukan hanya terlihat di peta, tetapi terasa sampai ke rumah-rumah warga. Bagi saya, di situlah arti infrastruktur yang sebenarnya,” ujar Menteri Dody.

Bangun Irigasi dan Buka Konektivitas Jalan

Untuk mendukung kawasan tersebut, Kementerian PU membangun infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi primer, bangunan pintu-pintu air, drainase primer dan sekunder, serta pengendalian banjir. Tujuannya untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Dari sisi konektivitas, Kementerian PU juga membangun 3 koridor jalan strategis:

1. Jalan Wanam-Muting sepanjang 138,5 kilometer

2. Koridor Jalan Merauke-Kaliki-Nakias-Bade sepanjang 206,2 kilometer  

3. Jalan Wogikel-Wanam sepanjang 11,93 kilometer

Pembangunan jalan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta meningkatkan akses warga terhadap sekolah, layanan kesehatan, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi.

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan infrastruktur sumber daya air telah mencapai 27,36 persen, sedangkan pembangunan jalan dan konektivitas mencapai 22 persen. Seluruh pekerjaan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di Papua Selatan.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilus Dawi Gaise, merasakan perubahan cara pandang masyarakat. Dari yang semula mengandalkan berburu dan menangkap ikan, kini pertanian mulai menjadi pilihan mata pencaharian baru.

“Dulu kami pikirannya masih berburu dan mencari ikan. Sekarang masyarakat mulai terbuka wawasannya. Kami melihat pertanian ini bisa jadi pekerjaan, hasilnya bisa kami makan sendiri, dan juga bisa dijual. Kami ingin kampung ini berubah menjadi lebih baik,” ujar Kosmas.

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke Nonce Saman menambahkan, pembangunan infrastruktur di Wanam juga akan diikuti pendampingan. 

“Kami tidak hanya menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Kami juga akan mendampingi masyarakat, mengajarkan cara mengelola air irigasi dan bertani bersama. Harapannya, masyarakat di sini bisa menjadi petani yang mandiri dan perekonomiannya meningkat,” ujar Nonce.

Warga Kampung Wogikel, Mamak Ema, juga berharap pembangunan jalan terus dilanjutkan agar anak-anak lebih mudah ke sekolah.

“Kalau jalan di kampung diaspal, kalau hujan tidak berlumpur lagi. Anak-anak bisa aman ke sekolah,” ujarnya.

Pengembangan KSPEAN di Wanam menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU melalui semangat *PU608* untuk menghadirkan infrastruktur yang berdampak nyata: akses terbuka, lapangan kerja tercipta, aktivitas ekonomi tumbuh, dan kesempatan lebih besar bagi warga Papua untuk maju.

Dari jalan yang mulai terbuka dan air yang mulai ditata, Wanam kini sedang membangun masa depan. Masa depan Papua Selatan yang lebih maju, mandiri, dan terhubung bersama Kementerian PU.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.