Masuk Malang Raya, TransJatim Tak Hanya Layani Angkutan Penumpang

Minggu, 05 Jul 2026, 18:35 WIB

MALANG – Pengembangan sistem pelayanan bus menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan nyaman.

Perbaikan layanan, mulai dari ketepatan waktu, kemudahan akses, hingga digitalisasi sistem, tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna, tetapi juga mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Ket. Foto: Arsip Foto - Belasan bus TransJatim koridor 8 Malang-Batu terparkir di kawasan Balai Kota Malang, Kota Malang, Jawa Timur ketika peresmian operasional. — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

Dalam jangka panjang, transformasi ini berkontribusi pada pengurangan kemacetan, efisiensi mobilitas, dan pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) akan menghadirkan jasa ekspedisi di Malang Raya sebagai bagian pengembangan dari sistem pelayanan bus TransJatim.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim Cito Eko Yuly Saputro dihubungi dari Kota Malang, Minggu (5/7), mengatakan peluncuran layanan ekspedisi yang diberi nama TransJatim Ekspedisi atau Tradisi direncanakan akan berbarengan dengan pembukaan Koridor II Malang Raya.

"Kami merencanakan target koridor dua selesai dan layanan Tradisi juga selesai jadi berbarengan pada Oktober 2026, kalau tidak ada kendala," kata Cito.

Layanan Tradisi dari TransJatim sudah berjalan di kawasan Gerbangkertosusila, yang meliputi daerah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Cito menyampaikan dihadirkannya jasa ekspedisi di koridor Malang Raya menjadi langkah memperluas pelayanan dan memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang.

Ia menyampaikan bahwa TransJatim Ekspedisi di Malang Raya juga bagian dari hasil evaluasi sistem operasional layanan yang dilakukan untuk wilayah Gerbangkertosusila.

Dishub menilai bahwa konsep pool to pool yang diterapkan sebagai sistem pengantaran dan penerimaan barang di Gerbangkertosusila tidak begitu efektif karena masih mengharuskan masyarakat mengambil paket barang secara mandiri ke terminal, sekalipun layanan itu mampu menghadirkan animo dari masyarakat.

Sedangkan, untuk TransJatim Ekspedisi di Malang Raya akan berkonsep point to point atau pengantaran langsung dari titik droping barang di terminal ke rumah masyarakat menggunakan kurir.

Saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan perusahaan pelayanan on-demand swasta dan PT Pos untuk membahas kerja sama penyediaan tenaga untuk melayani pengantaran barang langsung ke rumah.

"Sehingga sekalipun pengguna layanan ini tidak naik bus TransJatim, dia tetap bisa mengirimkan barangnya lewat Tradisi," ucapnya.

Dishub Jawa Timur menyampaikan tarif pengantar barang akan dihitung per kilometer sebesar Rp2.500.

"Tarifnya yang kami terapkan bersifat all in untuk semua wilayah di Jawa Timur," tuturnya.

  • TransJatim

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.