FIFA Power Rankings: Posisi Harry Kane dan Oyarzabal Melonjak Tajam Usai Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Minggu, 05 Jul 2026, 08:52 WIB

ZURICH – Penampilan gemilang para bintang sepak bola dunia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 memengaruhi pembaruan FIFA Power Rankings, dengan sejumlah pemain mencatat lonjakan signifikan setelah membawa negaranya lolos ke babak 16 besar.

Sistem FIFA Power Rankings menggunakan analisis data untuk mengukur performa individu sepanjang turnamen melalui tiga kategori utama, yakni Attacking (menyerang), Creativity (kreativitas), dan Defending (bertahan).

Ket. Foto: Harry Kane. — Sumber: FIFA

Hingga berakhirnya babak 32 besar, Kylian Mbappé masih memimpin kategori menyerang dengan nilai rata-rata 8,60, sementara Michael Olise menjadi pemain paling kreatif dengan nilai 8,31. Untuk kategori bertahan, posisi teratas ditempati gelandang Spanyol, Rodri, dengan nilai 7,50.

Berikut deretan pemain yang mengalami peningkatan peringkat paling signifikan.

Harry Kane Memimpin Kebangkitan Inggris

Harry Kane menjadi salah satu pemain dengan lonjakan terbesar setelah membawa Inggris bangkit mengalahkan Republik Demokratik Kongo.

Kapten The Three Lions mencetak dua gol hanya dalam rentang 11 menit pada babak kedua, termasuk gol kemenangan pada menit ke-86.

Penampilan tersebut membuat Kane memperoleh nilai 8,60 dan melonjak 21 peringkat ke posisi keempat daftar pemain terbaik kategori menyerang.

Ia kini hanya terpaut 0,03 poin dari penyerang Norwegia Erling Haaland yang berada di posisi ketiga, serta tertinggal 1,25 poin dari pemuncak klasemen, Mbappé.

Oyarzabal Bangkit Setelah Absen di Qatar

Penyerang Spanyol Mikel Oyarzabal juga mencatat kenaikan luar biasa.

Setelah absen pada Piala Dunia 2022 akibat cedera, Oyarzabal tampil tajam di Amerika Utara. Dua golnya saat Spanyol mengalahkan Austria membuatnya memperoleh nilai 8,30.

Performa tersebut mengangkat Oyarzabal 63 peringkat hingga menembus posisi ke-13 kategori menyerang.

Sebelumnya, pemain Real Sociedad itu juga mencetak dua gol ketika menghadapi Arab Saudi.

Quiñones Jadi Andalan Meksiko

Striker Meksiko Julián Quiñones semakin mengukuhkan statusnya sebagai motor serangan El Tri.

Gol pembuka yang dicetaknya saat Meksiko menundukkan Ekuador 2-0 membuat Quiñones memperoleh nilai 9,01, tertinggi kedua pada babak 32 besar, hanya kalah dari Mbappé.

Berkat performa tersebut, Quiñones naik 30 peringkat ke posisi ke-11 dan kini masuk dalam persaingan sebagai salah satu penyerang terbaik turnamen.

Gordon Jadi Super-sub Inggris

Di kategori kreativitas, pemain Inggris Anthony Gordon menjadi bintang utama.

Meski hanya bermain selama 29 menit sebagai pemain pengganti saat menghadapi Republik Demokratik Kongo, Gordon mencatat dua assist untuk seluruh gol Kane.

Ia meraih nilai 9,00, tertinggi dibanding seluruh pemain pada babak 32 besar.

Performa impresif itu membuat Gordon melesat 177 posisi hingga menempati peringkat ke-19.

Selain dua assist, Gordon juga beberapa kali berhasil memecah lini tengah dan pertahanan lawan, serta menciptakan lima peluang melalui umpannya di area sepertiga akhir lapangan.

Dominasi Spanyol Berlanjut

Selain Oyarzabal, Spanyol juga mendapat kontribusi besar dari Álex Baena dan Lamine Yamal.

Baena tampil kreatif saat mengalahkan Austria dan mencatat nilai 8,29, membuatnya naik 73 posisi hingga peringkat ke-31.

Sementara Yamal menjadi pemain Spanyol dengan nilai kreativitas tertinggi (8,30) pada pertandingan tersebut.

Bintang muda Barcelona itu naik 26 posisi ke peringkat keenam keseluruhan dan dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match.

Yamal juga masuk dalam jajaran kandidat terkuat peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.

Richards Bersinar di Lini Belakang

Pada kategori bertahan, bek Amerika Serikat Chris Richards tampil luar biasa ketika timnya mengalahkan Bosnia dan Herzegovina.

Setelah Amerika Serikat kehilangan Folarin Balogun akibat kartu merah, Richards menjadi benteng utama pertahanan.

Ia memenangkan banyak duel udara, mencatat 10 kali merebut kembali penguasaan bola, dan mengantar timnya naik ke babak berikutnya.

Penampilan tersebut membuat Richards naik 21 posisi ke peringkat keenam kategori bertahan.

Mazraoui dan Cubarsi Ikut Naik

Bek Maroko Noussair Mazraoui juga menikmati lonjakan besar.

Setelah hanya bermain tujuh menit pada laga sebelumnya, Mazraoui tampil dominan ketika Maroko menghadapi Belanda.

Ia memperoleh nilai bertahan 7,90, mencatat 12 kali merebut bola, memenangi tujuh duel udara, serta tujuh duel perebutan bola, sehingga naik 50 posisi ke peringkat ke-13.

Sementara bek muda Spanyol Pau Cubarsí mencatat salah satu performa bertahan terbaik di babak 32 besar.

Dalam kemenangan 3-0 atas Austria, Cubarsí memperoleh nilai 8,37, hanya kalah dari bek Prancis William Saliba (8,80).

Bek Barcelona itu kini menempati peringkat ketiga kategori bertahan, hanya berada di belakang Rodri dan gelandang Brasil Casemiro.

Selain itu, Cubarsí bersama Yamal juga menjadi kandidat kuat penerima penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.