PSG Berbenah Hadapi Laga Piala Super

Senin, 10 Agu 2026, 07:23 WIB

SALZBURG - Paris Saint Germain dituntut berbenah usai melakoni pertandingan pramusim ketika Aston Villa berdiri di hadapan mereka dalam perebutan UEFA Super Cup (Piala Super). Hasil imbang 1-1 melawan Manchester United di Gothenburg, Minggu (9/8) dini hari WIB menjadi pertandingan terakhir untuk mengukur kesiapan sebelum PSG memasuki musim kompetitif 2026-2027.

Pelatih Luis Enrique kini dituntut mengubah potensi menjadi performa nyata dan memastikan tim asuhannya tidak hanya siap secara fisik tetapi juga matang menghadapi tekanan pertandingan yang memperebutkan trofi. PSG menutup persiapan dengan hasil yang relatif positif saat menahan Manchester United 1-1 di Stadion Ullevi.

Ket. Foto: Pelatih Paris Saint-Germain asal Spanyol, Luis Enrique, berbicara dengan para pemain saat pertandingan sepak bola persahabatan perebutan trofi Ciutat de Palma antara RCD Mallorca dan Paris Saint-Germain FC di Stadion Mallorca Son Moix, Palma de Mallorca, pada 8 Agustus 2026. ( — Sumber: JAIME REINA / AFP

Namun skor tersebut sekaligus memperlihatkan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Enrique. PSG mampu memulai laga dengan cepat dan agresif tetapi setelah unggul mereka beberapa kali kehilangan kendali dan memberi Manchester United ruang untuk berkembang.

Situasi semacam itu tidak boleh berulang ketika menghadapi Aston Villa. Pertandingan resmi memiliki konsekuensi berbeda dan kesalahan kecil dapat menentukan siapa yang pulang membawa trofi.

PSG menunjukkan kualitas serangan sejak menit kedua. Ibrahim Mbaye membuka keunggulan melalui proses serangan yang memperlihatkan kecepatan serta ketepatan kombinasi lini depan. Khvicha Kvaratskhelia mengirim bola kepada Dro Fernandez di sisi kanan dan pemain muda tersebut melepaskan umpan silang akurat yang diselesaikan Mbaye dengan tenang.

Gol tersebut menjadi gambaran bagaimana PSG ingin bermain di bawah Enrique. Pergerakan cepat dari lini depan ditambah kemampuan pemain sayap menciptakan ruang menjadi senjata penting. PSG tidak membutuhkan terlalu banyak sentuhan untuk masuk ke area berbahaya.

Namun setelah keunggulan diperoleh permainan mulai berubah. Manchester United meningkatkan tekanan dan PSG harus bekerja lebih keras untuk menjaga struktur pertahanan. Dalam situasi tersebut Matvey Safonov tampil sebagai salah satu pemain paling penting.

Kiper asal Russia itu dua kali menggagalkan tendangan bebas Bryan Mbeumo. Penyelamatan pertama dilakukan pada menit ke-20 ketika Safonov melompat tinggi untuk menepis bola yang mengarah ke sudut gawang. Mbeumo kembali menguji dirinya menjelang akhir babak pertama dan Safonov lagi lagi berhasil menggagalkannya.

Tetapi tekanan MU akhirnya menghasilkan gol. Pada menit ke-32 Amad Diallo merebut bola kemudian mengirimkannya kepada Mbeumo. Penyerang tersebut melepaskan tembakan menyilang yang mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu memperlihatkan sisi lain PSG. Ketika kehilangan kontrol permainan mereka dapat dipaksa bertahan lebih dalam dan memberikan lawan peluang untuk menekan. Persoalan tersebut menjadi penting karena Aston Villa memiliki kemampuan melakukan transisi cepat serta memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan. Enrique tentu tidak akan menutup mata terhadap fakta tersebut. Dia justru menganggap kesalahan yang muncul sebagai bagian normal dari proses persiapan.

“Kami melihat beberapa hal yang bagus dan memulai pertandingan dengan sangat baik. Setelah itu kami membuat beberapa kesalahan yang normal pada tahap seperti ini,” ujar Enrique. Bagi Enrique yang lebih penting adalah kondisi skuad. Tidak ada pemain yang mengalami cedera serius dan sejumlah pemain utama yang baru kembali dari liburan mulai mendapatkan menit bermain.

Pelatih PSG itu kemudian memasukkan Nuno Mendes Vitinha dan Joao Neves serta Marquinhos pada babak kedua. Pergantian tersebut bukan sekadar rotasi tetapi bagian dari upaya mengembalikan pemain utama ke kondisi kompetitif.

“Sekarang kami harus mulai memikirkan final Super Cup. Kami memulai musim sangat awal sehingga kami harus mengetahui pemain mana yang paling siap untuk bermain di final,” kata Enrique.

Pernyataan itu menunjukkan persoalan terbesar PSG menjelang Aston Villa bukan kualitas tetapi kesiapan. Enrique memiliki skuad bertabur pemain bintang namun tidak semua berada pada tingkat kebugaran yang sama. Dalam pertandingan yang menentukan trofi kondisi fisik dapat menjadi faktor yang sama pentingnya dengan taktik.

Dro Fernandez juga melihat perkembangan positif dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Mallorca. “Saya pikir kami berkembang dibandingkan pertandingan sebelumnya. Kami mulai lebih percaya diri dan terus mempersiapkan diri. Saya pikir kami siap,” katanya. Namun kesiapan PSG masih harus dibuktikan di lapangan.

Aston Villa menjadi lawan yang tepat untuk menguji apakah PSG sudah mampu meninggalkan suasana pramusim. Tidak ada lagi toleransi terhadap kesalahan karena UEFA Super Cup bukan pertandingan untuk mencoba berbagai kemungkinan.

PSG harus menjaga keseimbangan antara agresivitas dan kontrol. Kecepatan Kvaratskhelia serta pemain muda seperti Mbaye dan Dro dapat menjadi senjata dalam transisi tetapi mereka membutuhkan dukungan dari lini tengah agar tidak terisolasi ketika Aston Villa menekan.

Di sisi lain lini belakang PSG harus lebih disiplin. Pertandingan melawan United memperlihatkan bahwa lawan dapat menciptakan peluang ketika PSG kehilangan struktur. Safonov memang mampu menyelamatkan beberapa situasi sulit tetapi ketergantungan terhadap kiper bukanlah solusi untuk pertandingan perebutan trofi.

Masuknya Marquinhos memberikan pengalaman dan ketenangan yang dibutuhkan. Kapten PSG itu bahkan melakukan tekel penting ketika MU mencoba membangun serangan balik pada babak kedua. Kehadirannya menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pertahanan.

Di sinilah Enrique menghadapi pekerjaan terbesar. Ia harus menentukan apakah pemain yang baru kembali dari masa liburan sudah cukup siap untuk menjadi starter atau justru mempertahankan sebagian besar pemain yang telah menjalani persiapan lebih panjang. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.