Fantastis! Batam Berkontribusi 26,5 Persen terhadap Tambahan Investasi Nasional
Minggu, 05 Jul 2026, 18:45 WIBBATAM â Investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing daerah maupun nasional.
Namun, optimalisasi investasi tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang masuk, melainkan juga pada kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan bahwa kota itu menyumbang Rp8,86 triliun atau 26,5 persen dari total tambahan investasi nasional sekitar Rp33,5 triliun pada triwulan I 2026.
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menjelaskan bahwa kontribusi sebesar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional membuktikan efektivitas kebijakan pelonggaran dan stimulus yang diterapkan di Batam.
"Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Minggu (5/7).
Menurutnya, BP Batam akan terus mempercepat implementasi berbagai proyek strategis, termasuk investasi di sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), energi, logistik, dan industri hilir yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Kami optimistis Batam akan terus menjadi destinasi investasi paling kompetitif di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Asia Tenggara," katanya.
Pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp17,48 triliun, meningkat 102,85 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut Fary, angka tersebut menjadikan Batam sebagai salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional.
Secara nasional, realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun, atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi strategis Indonesia.
"BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan perizinan, serta pembangunan infrastruktur agar iklim investasi semakin kompetitif," ujar Amsakar.
Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.
"Pelayanan publik yang semakin cepat, kolaborasi lintas instansi yang semakin kuat, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi secara cepat dan terukur menjadi faktor penentu untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor," ujarnya.
Investasi yang masuk juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri, dan pertumbuhan ekonomi Batam yang inklusif.
Menurut Li Claudia, kontribusi Batam terhadap pertumbuhan investasi nasional menempatkan kawasan ini pada posisi strategis dalam peta ekonomi regional.
- BP Batam
- Pemprov Kepri
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan RT di Jakarta Terendam, 18 RT Terdampak Banjir
-
Masyarakat Badui Siap Gelar Tradisi Seba di Lebak, Ungkapan Syukur Hasil Panen
-
Ascott Indonesia Dorong Kesetaraan di Industri Hospitality Lewat Inisiatif Inklusif 2026
-
Pasar Murah di Jayapura, 1.900 Paket Sembako Dijual Rp90 Ribu
-
The Tavia Heritage Jakarta: Hotel Mewah Nuansa Klasik Dekat Monas Kini Lebih Terjangkau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.