Masyarakat Badui Siap Gelar Tradisi Seba di Lebak, Ungkapan Syukur Hasil Panen

Selasa, 14 Apr 2026, 20:15 WIB

Masyarakat Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak siap "turun gunung" merayakan tradisi Seba bersama kepala daerah ( Bupati Lebak dan Gubernur Banten) untuk mengucapkan rasa syukur selama setahun hasil usaha pertanian ladang.

"Kami melaksanakan tradisi Seba itu, karena bagian kegiatan sakral yang harus dilaksanakan oleh masyarakat adat," kata Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak yang juga tetua Badui Jaro Oom di Lebak, Selasa.

Ket. Foto: Masyarakat adat Badui sambil duduk di Pendopo Pemkab Lebak 2025 untuk persiapan sakral kegiatan tradisi Seba menyerahkan hasil bumi kepada kepala daerah sebagai rasa ungkapan syukur hasil pertanian ladang. — Sumber: Antara Foto

Pelaksanaan tradisi Seba akan dirayakan tanggal 24-25 April 2026, namun jumlah peserta yang hadir masih dalam pendaftaran.

Kemungkinan perayaan Seba dihadiri sekitar 1.200 sampai 1.500 orang terdiri dari Badui Luar dengan khas pakaian hitam dan ikat kepala (lomar) berwarna biru dan Badui Dalam khas pakaian putih dan ikat kepala putih.

Dalam perayaan Seba tersebut, nantinya menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni serta pejabat Muspida setempat sebagai bentuk ungkapan syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penyerahan hasil bumi atau pertanian ladang antara lain pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja'at dan madu.

Namun,bagi masyarakat Badui yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik perayaan Seba dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan menempuh jarak kurang lebih 160 kilometer dari Desa Rangkasbitung- Serang Ibu Kota Banten (pulang -pergi).

"Kami berharap perayaan Seba itu berjalan lancar, aman, dan selamat hingga kembali ke permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak,” katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Banten, Yosep Muhamad Holis mengatakan pemerintah daerah menyambut perayaan Seba menyelenggarakan stand pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif masyarakat.

Selain itu juga menampilkan fashion desainer tenun Badui, talk show, permainan tradisional, senam sehat, lomba foto, dan hiburan wayang golek dan pagelaran musik.

Perayaan Seba masyarakat Badui masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN).

"Kita berharap perayaan Seba masyarakat Badui dapat dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga dapat menggulir pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan.

  • tradisi Seba Badui

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.