MALIQ & D’Essentials Siapkan Album ke-10
Sabtu, 04 Jul 2026, 11:50 WIBJAKARTA - Grup musik MALIQ & DâEssentials yang album perdananya dirilis pada 2005, kini tengah mempersiapkan karya album mereka yang kesepuluh.
Kabar itu disampaikan grup yang beranggotakan Angga Puradiredja, Indah Wisnuwardhana, Arya 'Lale' Aditya Ramadhya, Dendy 'Javafinger/Jawa' Sukarno, Ilman Ibrahim Isa, dan Widi Puradiredja usai melihat pertunjukan musikal âSenja Teduh Pelitaâ yang terinspirasi dari lagu-lagu MALIQ & DâEssentials.
Penabuh drum MALIQ & DâEssentials, Widi Puradiredja mengaku setelah menyaksikan pertunjukan musikal âSenja Teduh Pelitaâ itu termotivasi untuk membuat karya yang lebih baik lagi.
âPasti ini jadi pressure. Iya, kita lagi bikin album kesepuluh, langsung âaduh lagu gue udah enak-enak belum ya lagunyaâ,â tutur Widi saat temu media usai pertunjukan musikal âSenja Teduh Pelitaâ di Jakarta, pada Jumat.
Widi menilai hadirnya musikal âSenja Teduh Pelitaâ terjadi pada momen yang tepat. Menurut dia, setelah 22 tahun berkarya, MALIQ & DâEssentials telah melalui banyak perubahan cara berpikir dalam menciptakan lagu, termasuk mempertimbangkan seperti selera penggemar yang kini berkembangan dari lintas generasi hingga juga melihat situasi hari ini.
Namun, melalui pertunjukan musikal tersebut, Widi merasakan kembali makna lagu-lagu yang sebagian besar telah dibuat sekitar 10 hingga 15 tahun lalu.
âJadi tuh setiap karya yang bernilai minimal dari penciptanya pasti akan kayaknya ada celah, jalannya suatu hari nanti selama karya itu dibuat dengan hati ya,â ujar Widi.
Dalam kesempatan yang sama, Produser sekaligus sutradara, penulis naskah musikal âSenja Teduh Pelitaâ, Nuya Susantono menceritakan pemilihan lagu-lagu di pertunjukan musikal itu dalam prosesnya dengan mendengarkan semua lagu MALIQ & DâEssentials dari sembilan album, yang membantunya membangun cerita dalam pertunjukan tersebut.
âMenurut aku sangat manusiawi dan sangat berpotensi menjadi cerita yang penuh petualangan dan eksplorasi, enggak hanya literal eksplorasi alam dan dunia luar, tapi juga eksplorasi ke siapa diri kita dan apa values kita, apa yang sedang kita perjuangkan di dunia ini,â kata Nuya.
Musikal âSenja Teduh Pelitaâ kisah science fiction tentang sekelompok anak yang berusaha membangun kembali dunia setelah peradaban runtuh, sekaligus mengajak penonton merefleksikan hubungan manusia dengan alam dan masa depan.
Pertunjukan musikal ini akan membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, serta peperangan antarbangsa.
Populasi manusia menurun drastis, tanah subur dan air bersih menjadi langka, hingga suatu hari seluruh orang dewasa menghilang dan meninggalkan sembilan anak menghadapi dunia yang telah mereka wariskan.
Adapun pertunjukan musikal "Senja Teduh Pelita" digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, yang dijadwalkan berlangsung dari 3 Juli hingga 12 Juli 2026.
- Musik
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sejumlah Penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan karena Hujan Lebat
-
Disnaker Kota Bandung Sebut Program Padat Karya Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan
-
Comeback! Lussy Renata Rilis “Pesan Terakhir”, Lagu Emosional dari Sudut Pandang Berbeda
-
Jalur KA Area Steril, KAI Ingatkan Warga yang Membahayakan Perjalanan Kereta Bisa Kena Pidana
-
Album "Greatest Hits' The Eagles Jadi Album Terlaris Sepanjang Masa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.