Tanjung Verde Tak Gentar Nama Besar Argentina
Jumat, 03 Jul 2026, 06:36 WIBMIAMI â Tampil mencuri perhatian dunia sepak bola karena lolos ke babak fase gugur, Timnas Tanjung Verde tak gentar menghadapi para pemain dengan nama besar seperti Argentina. Tanjung Verde akan menghadapi Messi dan kawan-kawan dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Perjalanan luar biasa Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 akan memasuki ujian terberat. Tim debutan asal Afrika itu harus berhadapan dengan juara bertahan Argentina dalam laga babak 32 besar di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (4/7) pagi WIB.
Tak banyak yang memperkirakan Tanjung Verde mampu melangkah sejauh ini. Dalam penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia, Tubaroes Azuis, julukan Tanjung Verde, berhasil lolos dari fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mereka bahkan sukses menahan dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay, serta mencatat dua clean sheet dari tiga pertandingan.
Namun tantangan sesungguhnya kini menanti. Di hadapan mereka berdiri Argentina, salah satu favorit juara yang tampil sempurna sepanjang fase grup. La Albiceleste menyapu bersih tiga kemenangan, menyusul performa impresif yang mengingatkan publik pada keberhasilan mereka mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar empat tahun lalu.
Skuad besutan Lionel Scaloni juga menjadi salah satu dari hanya tiga tim peserta yang mampu meraih poin sempurna di penyisihan grup, bersama Meksiko dan Prancis. Rekor tersebut semakin menegaskan status Argentina sebagai kandidat terkuat mempertahankan gelar.
Sorotan utama kembali mengarah kepada Lionel Messi. Meski telah berusia 39 tahun dan menjalani Piala Dunia keenam sepanjang kariernya, kapten Argentina itu belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Penyerang Inter Miami tersebut telah mengoleksi enam gol dari tiga pertandingan dan kini memimpin persaingan Sepatu Emas bersama Kylian Mbappe, namun bintang Prancis itu telah memainkan satu laga lebih banyak.
Messi juga mencatat sejarah dengan menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Bermain di Miami pun memberi keuntungan tersendiri karena kota tersebut telah menjadi rumahnya sejak bergabung dengan Inter Miami pada 2023.
Dominasi Argentina tidak hanya terlihat di turnamen ini. Kekalahan terakhir mereka pada fase gugur sebuah kompetisi terjadi tujuh tahun lalu saat takluk 0-2 dari Brasil pada semifinal Copa America 2019 di Belo Horizonte. Sejak saat itu, Scaloni membawa negaranya menjuarai Copa America edisi 2021 dan 2023, serta mengakhiri penantian panjang dengan merebut mahkota Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini Argentina mengincar kemenangan ke-11 secara beruntun di ajang Copa America dan Piala Dunia. Catatan impresif itu menjadi modal besar menghadapi lawan yang secara kualitas berada jauh di bawah mereka.
Meski demikian, Tanjung Verde bukan tim yang pantas diremehkan. Dari empat negara debutan di Piala Dunia 2026. Curacao, Yordania, Uzbekistan, dan Tanjung Verde, hanya mereka yang berhasil menembus fase gugur.
Keberhasilan itu dibangun melalui organisasi pertahanan yang disiplin. Penampilan gemilang penjaga gawang veteran Vozinha menjadi fondasi utama. Kiper berusia 40 tahun tersebut tampil heroik saat menahan gempuran Spanyol pada laga pertama, kemudian membantu timnya bangkit saat bermain imbang 2-2 melawan Uruguay setelah sempat unggul 1-0 lalu tertinggal 1-2. Mereka juga bermain imbang tanpa gol menghadapi Arab Saudi.
Memang, Tanjung Verde menjadi tim dengan produktivitas gol terendah di antara 32 kontestan babak gugur. Namun kekuatan utama mereka justru berada pada disiplin bertahan dan kemampuan meredam agresivitas lawan. Pelatih Bubista diyakini kembali menerapkan blok pertahanan rapat sambil mengandalkan serangan balik cepat untuk mencoba mengejutkan sang juara bertahan.
âKami bangga dengan apa yang sudah kami capai sejauh ini. Sekali lagi kami membuktikan bahwa meskipun berasal dari negara kecil, kami selalu berjuang untuk meraih apa yang kami inginkan. Bagi kami, tidak ada yang mustahil,â ujar Bubista. Di kubu Argentina, atmosfer positif juga terasa. Gelandang Nico Paz mengaku dukungan suporter membuat timnya seperti bermain di kandang sendiri.
âRasanya seperti bermain di rumah sendiri. Mendengar begitu banyak orang bernyanyi sungguh luar biasa. Saya berharap suasana seperti ini terus berlanjut karena dukungan mereka membuat kami bermain jauh lebih baik,â ujar Paz.
Kondisi Tim
Dari sisi komposisi pemain, Scaloni diperkirakan kembali menurunkan tim terbaiknya. Messi dan Alexis Mac Allister yang sempat diistirahatkan saat menghadapi Yordania berpeluang kembali menjadi starter. Rodrigo De Paul juga siap kembali mengisi lini tengah setelah mendapat kesempatan beristirahat.
Ketajaman Argentina memang masih sangat bergantung kepada Messi yang mencetak enam dari delapan gol tim sepanjang turnamen atau berkontribusi terhadap 75 persen produktivitas gol mereka. Meski demikian, Scaloni berharap para penyerang lain seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez mulai memberikan kontribusi lebih besar pada fase-fase krusial, begitu pula Enzo Fernandez yang kerap hadir sebagai ancaman dari lini kedua.
Kabar baik juga datang dari lini belakang. Cristian Romero yang sempat mengalami masalah pada lutut saat menghadapi Austria dilaporkan sudah pulih dan siap kembali mengawal pertahanan bersama Lisandro Martinez. ben/G-1
Perkiraan Formasi
Argentina 4-4-2
E. Martinez
Molina, Romero, Lisandro M., Medina
De Paul, Mac Allister, Fernandez, Almada
Messi, Lautaro M.
Tanjung Verde 4-1-4-1
Vozinha
Moreira, Pico, Diney, S. Cabral
Lenini
Mendes, Duarte, Monteiro, J. Cabral
Livramento
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Sederhanakan Izin Usaha, Kemendag Hapus Klasifikasi Khusus E-Commerce Mulai 2026
-
Hari Ini Harga Emas Naik Tajam Sampai Rp40.000
-
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Norwegia dan Argentina Kuasai Puncak Grup I & J
-
Perlintasan Tanpa Palang Dominasi Kecelakaan di 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.