Perilaku Manusia Harus Diubah Jika Ingin Bebas Sampah

Jumat, 03 Jul 2026, 14:49 WIB

BANYUWANGI – Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus diubah orangnya. Jika perilaku orang tak diubah, masalah sampah tak akan dapat selesai. Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Ipuk Fiestiandani menyebut persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan sekadar membangun fasilitas fisik, namun juga diiringi perubahan perilaku warga dalam menghadapi masalah persampahan.

Hal ini disampaikan Bupati Ipuk saat peletakan batu pertama pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, pada Jumat.

Ket. Foto: tumpukan sampah — Sumber: ist

"Kami harap nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga," ucapnya.

Menurut dia, pembangunan TPS3R Kertosari dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dan pembangunan TPS3R tersebut didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA) menjadi solusi masalah persampahan di kawasan perkotaan kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Dengan dibangun TPS3R Kertosari ini, lanjut dia,  sampah-sampah yang telah dipilah dari rumah tangga di kawasan perkotaan akan dibawa ke TPS3R tersebut untuk diolah, dan bakal mengurangi total sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA.

Pembangunan TPS3R Kertosari yang didanai oleh Pemerintah UEA melalui Clean Rivers itu, kata dia, memiliki kapasitas sekitar 50 ton sampah dan diproyeksikan dapat menjangkau 56 desa/kelurahan di Kecamatan Banyuwangi dan beberapa kecamatan lain sekitarnya.

"TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota, karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus," ujar Bupati Ipuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Bayu Hadiyanto menyampaikan pembangunan TPS3R Kertosari menambah jumlah tempat pengolahan sampah berkelanjutan di Banyuwangi.

Sebelumnya, kata dia, dua TPS3R telah dibangun di dua wilayah lain yakni di Desa Baluk, Kecamatan Songgon, telah beroperasi sejak 2023, dan telah melayani 73 desa dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 100 ton.

Lalu TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, saat ini proses pembangunannya berjalan 50 persen dengan kapasitas 160 ton dan akan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan. Dua TPS3R pertama ini dibangun dengan pendanaan dari Pemerintah Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis.

"Setelah Kertosari, nanti juga akan ada dua tempat pengelolahan sampah yang akan dibangun ke depan yaitu di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Di Genteng, pembangunan melalui Program Clean Rivers dan didanai UEA, sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU," kata Bayu.

  • buang sampah sembarangan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.