Standar Keamanan Pangan Jadi Harga Mati, GAPMMI Beri Peringatan

Kamis, 02 Jul 2026, 21:45 WIB

JAKARTA – Penerapan standar keamanan pangan menjadi fondasi penting dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

Kepatuhan terhadap standar tersebut tidak hanya menjamin kualitas dan keamanan konsumsi, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen, membuka peluang ekspor, serta mendorong industri pangan menerapkan praktik produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi-Uji keamanan pangan di laboratorium. — Sumber: Istimewa.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menekankan kepada pelaku industri makanan dan minuman anggotanya, untuk selalu mempertahankan standar keamanan pangan dalam upaya meningkatkan nilai produk dan memperkuat daya saing.

“Pangan itu harus aman, itu syarat mutlak tidak bisa ditawar. Dan kami dari asosiasi selalu mendorong bahwa anggota kami di industri makanan dan minuman harus memproduksi pangan yang aman, harus sesuai dengan regulasi,” kata Adhi dalam acara Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (2/7).

Ia mengatakan asosiasi terus mendorong para pelaku industri makanan dan minuman untuk selalu memakai bahan baku yang aman dan juga mempertahankan standar proses produksi yang mengutamakan keamanan hingga makanan dan minuman bisa layak dikonsumsi oleh konsumen.

Adhi mengatakan syarat keamanan produk pangan harus bisa ditelusuri kapan produk tersebut dibuat, bagaimana proses produksinya, hingga suhu atau temperatur penyimpanan, agar jika ada keluhan konsumen dapat ditelusuri penyebabnya.

Adhi juga mengajak konsumen untuk selalu mencari tahu keamanan produk yang akan dikonsumsinya dan tidak hanya melihat dari harganya yang murah.

Meskipun ada tantangan ekonomi yang memengaruhi konsumsi di rumah tangga, namun pentingnya memilih makanan yang aman jangan sampai diabaikan.

“Kadang-kadang konsumen itu cari yang penting murah. Yang murah itu belum tentu murah sebenarnya, kalau murah tapi sakit, jadi mahal. Makanya tolong bantu nyari produk yang bisa dijangkau tapi yang valuable, yang bernilai, itu yang penting,” katanya.

Produsen bisa berinovasi dengan mencari pemasok yang menawarkan bahan baku lebih terjangkau namun mudah ditemukan, atau mengeksplorasi bahan baku lokal untuk menjadi bahan alternatif selain mengandalkan bahan baku impor.

Dengan begitu, permintaan pasar akan terus bertumbuh dan pelaku usaha bisa memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan aman dan sehat karena roda ekonomi harus terus berjalan.

Adhi juga mengajak pelaku industri untuk memanfaatkan pameran yang menghadirkan pemasok bahan baku baik dari lokal maupun internasional untuk menambah pengetahuan akan bahan yang aman dan menunjang kesehatan konsumen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.