DPR Minta KEK Pariwisata Tingkatkan Daya Saing Destinasi Wisata Indonesia di Tingkat Global

Rabu, 01 Jul 2026, 16:30 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty meminta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang ada di Indonesia meningkatkan daya saing seluruh destinasi wisata yang ada di sekitarnya ke tingkat global.

"KEK Pariwisata sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru diharapkan mampu untuk meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tingkat global," kata Evita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pariwisata, Badan Pengelola Otorita, ITDC dan MPRD di Jakarta, Rabu (1/7).

Ket. Foto: Tangkapan layar-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pariwisata, Badan Pengelola Otorita, ITDC dan MPRD di Jakarta, Rabu (1/7). — Sumber: Antara

Evita menyampaikan dalam rangka mempercepat transformasi sektor pariwisata, pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi yang menjadi KEK. Namun, keberhasilan pengembangan KEK, super prioritas nasional, tidak hanya ditentukan oleh pengembangan infrastruktur fisik.

Dia menekankan pembangunan KEK memerlukan sinergi kebijakan lintas sektor, peningkatan investasi, penguatan promosi dan pemasaran, penyelenggaraan event internasional, pengembangan sumber gaya manusia, serta tata kelola kelembagaan yang efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan kawasan prioritas juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, pembiayaan masyarakat lokal, kepastian investasi, konektivitas, serta penciptaan ekosistem usaha yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara luas bagi daerah maupun masyarakat sekitar.

"Oleh karena itu, melalui RDP dan RDPU hari ini, Komisi VII ingin memperoleh penjelasan secara komprehensif mengenai arah kebijakan pengembangan KEK, yang merupakan super prioritas nasional, progres pembangunan dan pengelolaan kawasan, strategi peningkatan investasi dan promosi, pengembangan destinasi dan penyelenggaraan event, koordinasi antarkementerian lintas lembaga dan badan pengelola," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Evita juga menekankan pariwisata merupakan salah satu sektor strategis nasional yang memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta pengembangan wilayah.

Sehingga pertemuan dengan Kementerian Pariwisata dan beberapa pihak lainnya dapat menemukan solusi dari berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang akan ditempuh untuk mengoptimalkan kontribusi KEK terhadap pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menambahkan terdapat sejumlah masalah yang perlu ditangani oleh pemerintah dalam mengembangkan KEK, seperti adanya risiko konflik lahan atau penggusuran ruang hidup masyarakat dalam pembangunan KEK.

Novita mencontohkan sebuah kasus di mana terdapat warga yang mempunyai tanah di Labuan Bajo, Pulau Flores, NTT pada tahun 2018, namun pada tahun 2022 justru dijadikan sebagai tanah Penanaman Modal Asing (PMA) secara pihak oleh oknum.

Maka dari itu, ia meminta kehadiran pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan berlandaskan keadilan, tanpa mengabaikan hak rakyat.

"Saya minta pemerintah hadir untuk memihak hak-hak masyarakat kita yang digusur semena-mena oleh penanaman modal asing, yang otoritasnya hanya menambah investasi, tapi menginjak rakyat kecil," katanya.

  • Destinasi Wisata

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

Bareskrim Polri Ungkap 5 Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan

Pemkot Bandung Segera Tanam Kembali Pohon di Jalan RE Martadinata

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis

MPR Tegaskan Hari Konstitusi Bukan Sekadar Seremonial

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

Pullman Jakarta Central Park Gandeng Alethea Sposa Hadirkan Koleksi Mooncake Eksklusif

Daftar Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Sementara Pascagempa NTT

Hotel Ciputra Jakarta Gelar Wedding Open House 2026, Gandeng 30+ Vendor

Pemkot Bandung Dorong Ruang Terbuka Hijau Berkualitas dan Jaga Mata Air

Chris John Rambah Dunia Animasi di Film Dragon's Dojo, Perankan Karakter Nama Sendiri

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.