Pemkab Lombok Tengah Salurkan Benih Kedelai Guna Naikkan Minat Petani

Selasa, 30 Jun 2026, 15:50 WIB

Lombok Tengah -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyalurkan bantuan benih kedelai guna membantu menaikkan minat petani menanam palawija dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Pada musim tanam ke tiga ini kami menyalurkan bantuan kedelai dengan luas tanam sebanyak 300 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zainal Arifin di Lombok Tengah, Selasa.

Ket. Foto: Seorang buruh tani di Lombok Tengah, Provinsi NTB saat melakukan panen pada musim tanam kedua jelang musim tanam ketiga 2026 di Lombok Tengah, Selasa (30/6). — Sumber: ANTARA/Akhyar Rosidi.

Ia mengatakan bantuan kedelai di tahun anggaran 2026 itu diberikan kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Jonggat seperti di petani di Desa Puyung, Pringgarata, Gemel dan desa lainnya.

"Petani di wilayah tersebut memang tetap menanam kedelai pada musim kemarau atau musim tanam ke tiga," katanya.

Namun demikian, menurut dia, minat petani untuk menanam kedelai saat ini memang mulai berkurang dari sebelumnya. Hal itu karena petani lebih memilih menanam jagung yang harga jualnya lebih menjanjikan.

Oleh karena itu, ia mengatakan adanya bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat para petani untuk kembali menanam kedelai demi mendukung ketahanan pangan nasional.

"Program ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Ia mengatakan Lombok Tengah juga telah ditetapkan menjadi daerah wisata penyangga pangan nasional, khususnya dalam swasembada beras.

Pada musim musim tanam ke tiga ini pemerintah daerah juga tetap mendorong para petani untuk menanam padi melalui program perluasan atau di lahan yang dekat dengan sumber mata air.

"Untuk wilayah sawah yang dekat sumber mata air tetap menanam padi," katanya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pada musim tanam ke tiga ini pemerintah daerah juga mendorong petani untuk menanam jagung.

"Pemerintah telah menetapkan harga pokok pembelian pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp 5.500 per kilogram (kg), sehingga saat ini banyak petani yang menanam jagung pada musim tanam ke tiga ini," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.