Dibuka Menguat 0,61 Persen, IHSG Hari Ini Berpotensi Mendatar, Pasar Cermati Data Ekonomi Domestik-Global

Senin, 29 Jun 2026, 10:06 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin berpotensi bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati data ekonomi domestik dan global yang akan dirilis selama pekan ini.

IHSG dibuka menguat 35,90 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.932,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,98 poin atau 0,17 persen ke posisi 584,70.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

“Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan pelaku pasar mencermati kemampuan IHSG bertahan di area support 5.882 atau 5.688 atau 5.520, sementara resistance terdekat berada pada kisaran 5.996-6.013 atau 6.097 atau 6.221–6.287,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data-data ekonomi, diantaranya data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) AS, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS, tingkat pengangguran AS, PMI manufaktur China, serta inflasi Zona Euro.

Di sisi lain, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen sedikit membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara, yang membuka peluang bagi kembali beroperasinya Selat Hormuz.

“Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga turut menekan harga minyak dunia dan membantu menjaga stabilitas sentimen pasar keuangan,” ujar Liza.

Selain itu, investor terus mencermati prospek kebijakan moneter The Fed setelah data inflasi PCE AS dirilis sesuai ekspektasi pasar. Data tersebut mendorong investor untuk sedikit mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini.

“Selain itu, meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan aset berisiko,” ujar Liza.

Dari dalam negeri, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati diantaranya data PMI Manufaktur Indonesia, data inflasi Juni, serta data neraca perdagangan, yang akan menjadi indikator kekuatan aktivitas ekonomi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen seiring semakin kuatnya fondasi ekonomi nasional, berlanjutnya reformasi fiskal, serta meningkatnya kontribusi investasi dan sektor swasta terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa proses restitusi pajak tidak mengalami perlambatan maupun penahanan. Hingga empat bulan pertama 2026, pemerintah telah mencairkan restitusi sekitar Rp160 triliun, setara dengan total restitusi yang dicapai dalam sembilan bulan pada tahun sebelumnya. Jika tren tersebut berlanjut, total restitusi sepanjang tahun diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp500 triliun.

Pada perdagangan Jumat (26/06) pekan kemarin, bursa Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,73 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,21 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,29 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,55 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Jumat (26/06), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen, indeks S&P 500 melemah 0,05 persen, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,24 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,84 persen ke 68.780,00, indeks Shanghai melemah 0,64 persen ke 4.001,48, indeks Hang Seng menguat 1,00 persen ke 22.899,00, dan indeks Strait Times melemah 0,08 persen ke 5.187,90.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Mulai Hari Ini

Semarak HUT ke-81 RI, SariWangi Hadirkan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah

Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG

Masa Depan 'X-Men': Marvel Ungkap Deretan Bintang Para Mutan Profesor Xavier

Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik

Kekeringan Melanda Natuna, Polres Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Sekolah.

Jembatan Garuda di Tanah Laut Resmi Dimanfaatkan, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas.

Kampanye “Berani Bicara Berat” Tegaskan Obesitas Sebagai Penyakit Kronis

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Pastikan Upacara di Gedung Sate Sekaligus Buka Hasil Revitalisasi.

Sikap Siap Hormat! Prajurit Marinir Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara Telkomsel 74 Meter.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian dengan Semangat Persaudaraan.

KSOP Ternate Minta Warga Laporkan Petugas yang Terlibat Pungli Pembayaran Bagasi.

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

Wamenlu Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya dengan Cuitan atau Kapal Induk.

Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

Momen Spesial, 118 Pendaki dari Berbagai Daerah akan Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Puluhan Wisatawan Asing di Pulau Padar Viewpoint Terekam Panik saat Gempa NTT Mengguncang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.