Bukan Sekadar Pindah Penduduk, Transmigrasi Cetak 1.567 Desa di Indonesia

Senin, 29 Jun 2026, 18:05 WIB

GRESIK – Program transmigrasi tidak lagi sekadar berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi berkembang menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Efektivitas program ini bergantung pada penyediaan infrastruktur, akses terhadap lahan produktif, layanan dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ket. Foto: Ilustrasi-Permukiman transmigrasi. — Sumber: Istimewa.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, transmigrasi berpotensi mengurangi kesenjangan antarwilayah, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan di daerah tujuan.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyatakan program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten dan kota, serta tiga provinsi baru sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia.

Pada acara pelepasan rajungan sebanyak 16 ton produk transmigran di sejumlah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) di Gresik, Jawa Timur, Senin (29/6), Wamentrans mengatakan daerah baru itu terbentuk dari adanya program transmigrasi sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto.

"Program transmigrasi dari Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo saat ini telah menghasilkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi," kata Wamentrans.

Ia menyebutkan tiga provinsi meliputi Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan sebagai bagian perkembangan kawasan transmigrasi nasional.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan transmigrasi bukan sekadar program perpindahan penduduk, melainkan instrumen strategis pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru secara berkelanjutan dan merata.

Viva Yoga menuturkan wajah kawasan transmigrasi kini telah berubah signifikan dibandingkan masa lalu karena didukung infrastruktur yang semakin baik, jaringan komunikasi, listrik, serta berbagai layanan publik.

"Dan sekarang kalau mengunjungi wilayah-wilayah transmigrasi jangan membayangkan seperti masa yang lalu. Tidak ada listrik, tidak ada HP, tidak ada frekuensi, tidak ada TV," jelasnya.

Ia mencontohkan Kabupaten Kubu Raya yang dahulu merupakan kawasan transmigrasi kini berkembang menjadi ibu kota kabupaten dengan aktivitas ekonomi, pemerintahan, serta pelayanan masyarakat yang terus meningkat.

Selain itu, sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu seperti Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Mukomuko juga berkembang pesat sebagai kawasan yang tumbuh berkat keberhasilan program transmigrasi pemerintah.

Menurut Viva Yoga, pengalaman mengunjungi berbagai kawasan transmigrasi memperlihatkan program tersebut berhasil mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan paradigma transmigrasi kini berubah sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009, yang menitikberatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dibanding sekadar memindahkan penduduk antardaerah.

Kementerian Transmigrasi, lanjutnya, kini bertanggung jawab meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran maupun masyarakat lokal yang berada di dalam kawasan transmigrasi melalui berbagai program pembangunan terpadu.

"Sekarang ini lebih diorientasikan pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi, baik itu yang ada di satuan permukiman maupun yang ada di luar satuan permukiman, tetapi berada di dalam kawasan transmigrasi, masyarakat lokal," bebernya.

Melalui revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi, pemerintah akan mengembangkan produk unggulan sesuai potensi masing-masing daerah sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

"Karena masing-masing kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda-beda, maka untuk perencanaan program itu juga secara spesifik bisa melahirkan sebuah produk yang berbeda," kata Wamentrans.

Adapun Wamentrans melepas ekspor rajungan sebanyak 16 ton dengan nilai Rp15 miliar, produk transmigran di sejumlah Indonesia dengan tujuan Amerika Serikat (AS) sebagai upaya mendorong produk unggulan kawasan transmigrasi menembus pasar global.

Viva Yoga mengatakan rajungan yang diekspor berasal dari sejumlah kawasan transmigrasi di Sorong, Papua; Pasangkayu, Sulawesi Barat; Maluku, Maluku Utara, serta wilayah Pantura Gresik dan Lamongan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan perusahaan eksportir swasta PT Aruna.

  • program transmigrasi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.