Menbud Dorong Pengembangan Budaya Lokal Melalui Film dan Konten Digital
Minggu, 28 Jun 2026, 18:43 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mendorong pengembangan budaya lokal melalui berbagai medium kreatif agar semakin dekat dengan masyarakat. Medium tersebut meliputi film, teater, literasi, podcast, hingga konten digital sebagai sarana memperkuat pelestarian budaya Indonesia.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Banyumas Lengger Bicara 2026: Gemah Ripah Loh Jinawi di Purwokerto, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan itu menjadi ruang diskusi mengenai pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah melalui pendekatan kreatif yang berkelanjutan.
"Budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan. Tetapi karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya," kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (28/6).
Menbud menilai, Banyumas memiliki kekayaan budaya yang beragam dengan nilai sejarah serta identitas yang masih terjaga hingga sekarang. Lengger Banyumasan, Calung Banyumasan, Ebeg, Buncis, Seni Begalan, Ronggeng Banyumasan, serta dialek ngapak menjadi kekayaan budaya daerah.
Menurut dia, seluruh kekayaan budaya tersebut mempunyai peluang besar dikembangkan melalui berbagai platform kreatif yang menjangkau masyarakat lebih luas. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan budaya daerah secara berkelanjutan.
"Kementerian Kebudayaan terus memperkuat perlindungan budaya melalui pemberdayaan komunitas, festival, dokumentasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas promosi budaya Indonesia hingga tingkat internasional," ujar dia.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Banyumas Lengger Bicara 2026 yang digagas Yayasan Lengger Bicara sebagai ruang memperkuat kebudayaan daerah. Menurut dia, Lengger Banyumas tidak hanya menjadi seni pertunjukan, tetapi juga mencerminkan sejarah, nilai kehidupan, serta tradisi masyarakat.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan tema Gemah Ripah Loh Jinawi menggambarkan pembangunan yang berjalan seiring pelestarian budaya daerah. "Pembangunan tidak hanya diukur melalui infrastruktur, tetapi juga kemampuan menjaga identitas budaya masyarakat secara berkelanjutan," ujar dia.
Panitia turut memberikan penghargaan kepada maestro seni tradisi Peang Penjol dan Suliyah melalui sesi Tribute to Maestro pada acara tersebut. Fadli berharap Lengger Banyumas terus menjadi ruang dialog budaya yang memperkuat identitas daerah sekaligus memajukan kebudayaan Indonesia. ils/I-1
- Menbud
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Diplomasi AS-Iran Buntu, Dunia Terancam Krisis Energi
-
Kekerasan di Daycare Jogja, Pemerintah Didesak Pastikan Perizinan Sebelum Operasional Daycare
-
Taimoor: Rudal Presisi Luar Biasa dari Pakistan
-
Pemkot Jakarta Utara Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Danau Sunter
-
Hashim Ungkap Strategi RI Hadapi Krisis Global, Pasokan Minyak Rusia Jadi Kunci
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.