- Home
-
- Luar Negeri
-
- Diplomasi AS-Iran Buntu, D...
Diplomasi AS-Iran Buntu, Dunia Terancam Krisis Energi
Senin, 27 Apr 2026, 01:00 WIBWASHINGTON DC â Harapan tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik Amerika Serikat (AS)âIsrael dengan Iran kian memudar memasuki pekan baru. Pembicaraan yang ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan itu masih menemui jalan buntu, dengan Teheran dan Washington sama-sama belum menunjukkan tanda melunakkan posisi masing-masing.
Dilansir dari The Straits Times, Minggu (26/4), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi meninggalkan Pakistan yang berperan sebagai mediatorâtanpa hasil konkret pada akhir pekan. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad. Situasi ini menjadi pukulan beruntun bagi prospek perdamaian.
Kebuntuan tersebut membuat dua kekuatan ekonomi terbesar dunia dan produsen minyak utamaâtetap berada dalam konfrontasi. Dampaknya, harga energi melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, memicu inflasi, serta memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa Teheran tidak akan memasuki ânegosiasi yang dipaksakanâ di bawah ancaman atau blokade. Pernyataan itu disampaikan melalui komunikasi telepon, menurut keterangan resmi pemerintah Iran.
Pezeshkian juga menekankan bahwa AS harus terlebih dahulu menghapus âhambatan operasionalâ, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran, sebelum proses negosiasi dapat dilanjutkan menuju penyelesaian konflik.
Sementara itu, Araqchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai âsangat bermanfaatâ. Namun, sumber diplomatik Iran di Islamabad menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima âtuntutan maksimalisâ dari Washington.
Belum Cukup
Di pihak lain, Trump menyampaikan kepada wartawan di Florida bahwa pembatalan kunjungan utusan dilakukan karena proses tersebut dinilai terlalu memakan biaya dan perjalanan, dengan hasil tawaran Iran yang dianggap belum memadai. âIran menawarkan banyak hal, tetapi belum cukup,â ujarnya.
Melalui platform Truth Social, Trump juga menyoroti adanya âpertikaian dan kebingungan luar biasaâ dalam kepemimpinan Iran. Ia bahkan menyatakan bahwa tidak jelas siapa yang memegang kendali di negara tersebut.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
PAPPSI Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Pembangunan Tabagsel
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.