Dibayangi Tekanan, 11 Agustus 2026

Selasa, 11 Agu 2026, 07:55 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan, hari ini (11/8), seiring sentimen domestik yang belum sepenuhnya solid. Penurunan tingkat keper­cayaan konsumen, meski masih berada di zona optimistis, menjadi sinyal bahwa daya tahan konsumsi masyarakat perlu dicermati. 

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperingatkan jika tren ini berlanjut, ruang penguatan rupiah dapat terbatas karena investor akan mempertimbangkan pros­pek permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, sentimen global dan pergerakan arus modal tetap menjadi faktor penentu arah rupiah dalam jangka pendek.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (11/8), masih fluktuatif di kisaran 17.700-17.750 ru­piah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (10/8), bergerak menguat 142 poin atau 0,79 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.755 rupiah per dollar AS. “Penguatan rupiah dipengaruhi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada pada level optimistis,” ujar Ibrahim.

Dia menambahkan konsumen secara umum masih opti­mistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinan­nya terus menurun dalam tiga bulan terakhir. Bank Indone­sia (BI) melaporkan IKK Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan tersebut dinyatakan men­jadi yang ketiga secara beruntun.

Tren ini dinilai menunjukkan konsumen mulai lebih ber­hati-hati dalam melihat kondisi ekonomi dan menentukan keputusan belanja. Kendati begitu, level IKK masih berada di atas 100, yang berarti konsumen secara umum masih op­timis terhadap kondisi ekonomi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.