Awalnya Retret, Vila di Sukabumi Diserbu dan 7 Orang Jadi Tersangka!

Senin, 07 Jul 2025, 18:00 WIB

JAKARTA - Apa jadinya jika momen retret yang seharusnya jadi ruang kontemplasi dan refleksi justru berubah jadi mimpi buruk?

Itulah yang dialami puluhan anak dan remaja Kristen asal Tangerang Selatan ketika vila tempat mereka menginap di Cidahu, Sukabumi, mendadak diserbu massa.

Ket. Foto: — Sumber: BBC

Jumat siang (27/6), suasana damai itu mendadak pecah. Warga Desa Tangkil merangsek masuk ke rumah milik Maria Veronica Ninna.

Gerbang didobrak, jendela dipecahkan, pot bunga hancur, gazebo rusak, dan salib diturunkan secara paksa. Bahkan satu unit motor digotong dan dibuang ke sungai.

Retret yang diisi kegiatan rohani dan permainan reflektif berubah jadi arena intimidasi. Anak-anak ketakutan. Salib—simbol sakral—diambil paksa.

Menurut Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), tindakan ini telah melukai hati umat dan mencoreng nilai toleransi yang menjadi fondasi bangsa.

Polisi pun bergerak cepat. Berdasarkan laporan yang masuk ke Polda Jawa Barat, tujuh warga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Mereka terbukti terlibat dalam pengrusakan rumah, kendaraan, dan simbol keagamaan.

Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, mengklaim insiden bermula dari beredarnya video yang menunjukkan peserta retret tengah menyanyikan lagu rohani. Video itu menimbulkan kegelisahan di tengah warga yang menilai vila tersebut tak punya izin sebagai tempat ibadah.

Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) sempat datang ke lokasi untuk klarifikasi. Namun karena tak langsung direspons oleh pihak vila, Ijang mengaku akan membuat surat imbauan. Sayangnya, momen salat Jumat membuat surat itu urung diketik dan massa keburu bergerak dengan “inisiatif sendiri”.

Pukul 13.15 WIB, massa mendatangi vila dan mengamuk. Forkopimcam kembali ke lokasi sejam kemudian, pasang police line, lalu warga bubar. Tapi kerusakan sudah terlanjur terjadi.

Besoknya, Sabtu (28/6), digelar pertemuan antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan korban. Hasilnya, adik pemilik rumah, Yohanes Wedy, menyatakan tidak akan lagi menggelar kegiatan ibadah Kristen di vila tersebut. Komitmen damai disepakati. Namun, laporan ke polisi tetap berjalan.

Senin (30/6), tujuh pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disebut merusak pagar, menurunkan salib, hingga merusak motor milik korban. Polisi mencatat total kerugian mencapai Rp50 juta.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung turun ke lokasi. Ia menyatakan insiden ini sebagai pidana dan menyerahkan proses hukum ke kepolisian. Sebagai bentuk tanggung jawab, Dedi juga memberikan bantuan Rp100 juta serta menghadirkan tim psikolog untuk mendampingi korban.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak konstitusional warga dalam menjalankan keyakinannya. Ia menekankan pentingnya moderasi beragama dan dialog antarkelompok masyarakat.

Sementara dari Kementerian Agama, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Adib Abdusshomad, mengingatkan pentingnya regulasi yang lebih kuat untuk menjaga kerukunan. Ia menyoroti masih lemahnya perlindungan terhadap kegiatan ibadah di luar rumah ibadah resmi—terutama yang dilakukan oleh kelompok minoritas.

Data dari Setara Institute mencatat, sepanjang 2014–2024 terdapat 1.998 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia. Sepanjang 2024 saja, ada 73 aksi intoleransi dari masyarakat, 50 tindakan diskriminatif dari negara, dan 42 gangguan tempat ibadah.

Retret di Cidahu hanyalah satu dari banyak potret kelam yang menunjukkan betapa kebebasan beragama di negeri ini masih belum aman dari ancaman. Ketika retret anak-anak bisa diserbu dan salib diturunkan dengan paksa, pertanyaannya: masihkah toleransi jadi milik kita semua?

  • Sukabumi
  • Retret
  • Vila di Sukabumi Diserbu

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.