Piala Dunia 2026: Pantai Gading Melaju ke Fase Gugur, Dua Gol Pepe Singkirkan Curacao

Jumat, 26 Jun 2026, 07:58 WIB

PHILADELPHIA — Nicolas Pepe menjadi pahlawan Pantai Gading setelah mencetak dua gol yang membawa negaranya lolos ke fase gugur Piala Dunia. Pantai Gading mengalahkan Curaçao dengan skor 2-0, Jumat (26/6) pagi WIB dan memastikan finis di posisi kedua Grup E.

Bagi pelatih Emerse Fae, keberhasilan ini memiliki makna khusus. Pencapaian tersebut mengakhiri penantian panjang selama 20 tahun sejak ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan dalam tim Pantai Gading pertama yang lolos ke Piala Dunia.

Ket. Foto: Pemain Pantai Gading dan Curacao berebut bola dalam laga Piala Dunia 2026, Jumat (26/6) pagi WIB. — Sumber: FIFA

“Saya ingin masyarakat menikmati kualifikasi bersejarah ini dan merayakannya,” kata Fae melalui penerjemah.

“Setelah selesai merayakan, saya berharap mereka terus mengirimkan dukungan positif, doa, dan semangat agar kami bisa melangkah sejauh mungkin di turnamen ini.”

Bagi Curacao, kekalahan ini memastikan mereka menjadi tim kedelapan yang tersingkir dari turnamen. Namun perjalanan mereka tetap mencatat sejarah karena negara Karibia tersebut menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Pantai Gading sebelumnya selalu gagal melewati fase grup dalam tiga penampilan Piala Dunia mereka pada 2006, 2010, dan 2014. Kini mereka berpeluang membuat sejarah baru dan akan menghadapi runner-up Grup I, antara France national football team atau Norway national football team, pada Selasa di Arlington, Texas.

Sebelum pertandingan ini, Pepe bukanlah kandidat utama untuk menjadi penentu kemenangan.

Ia gagal mencetak gol dalam lima penampilan di kualifikasi Piala Dunia dan bahkan tidak masuk skuad Pantai Gading asuhan Fae pada Piala Afrika terakhir.

Namun, pemain Villarreal CF tersebut menjawab keraguan dengan penampilan luar biasa. Dua golnya menjadi gol pertama Pepe dalam pertandingan internasional kompetitif sejak Oktober 2024.

Fae mengatakan masalah yang sempat membuat Pepe tersisih dari tim nasional kini sudah berlalu.

“Saya pikir situasi dengan Nico sudah menjadi masa lalu. Kami selalu terbuka dengannya. Kami menjelaskan alasan mengapa kami tidak memilihnya saat itu dan apa yang kami harapkan darinya,” ujar Fae.

“Hari ini kami sangat senang melihat kembali pemain yang kami kenal, pemain yang kami cintai, dan pemain yang selalu ingin kami miliki.”

Gol pertama Pepe lahir dari rangkaian serangan berbahaya Pantai Gading yang banyak dipicu aksi pemain muda berusia 19 tahun, Yan Diomande.

Diomande memanfaatkan kesalahan Curacao ketika mencoba membangun serangan dari belakang. Ia kemudian melihat Pepe bergerak menuju tiang dekat dan memberikan umpan matang dari garis akhir.

Pepe menyambar bola dengan tembakan pertama kali yang rendah dari jarak dekat, melewati kiper Eloy Room untuk membawa Pantai Gading unggul.

Dengan cuaca cerah dan suhu mencapai sekitar pertengahan 80 derajat Fahrenheit, tempo pertandingan sempat menurun. Namun Pepe kembali muncul untuk memastikan kemenangan.

Gelandang Ibrahim Sangaré memberikan umpan terobosan sempurna yang membelah pertahanan Curacao. Pepe kemudian melepaskan tembakan melengkung dari jarak sekitar 10 meter yang bersarang di sisi kiri gawang.

Meski kalah, Curacao tetap memiliki beberapa peluang dalam pertandingan yang kemungkinan menjadi laga terakhir mereka bersama pelatih veteran Belanda berusia 78 tahun, Dick Advocaat.

Advocaat, yang menangani tim ketiga dalam kariernya di Piala Dunia, mengakui timnya mampu memberikan perlawanan.

“Kami memiliki peluang. Tetapi mereka memiliki dua penyerang yang nilainya mencapai 150 juta euro. Itu menunjukkan perbedaan kualitas,” ujar Advocaat melalui penerjemah.

“Mereka memiliki ancaman lebih besar, meskipun di babak pertama kami benar-benar mampu bermain bersama mereka.”

Kemenangan ini membuat Pantai Gading melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri baru, sementara Curacao meninggalkan turnamen dengan catatan sejarah sebagai salah satu peserta paling inspiratif di Piala Dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.