Hari Pertama Sekolah Harus Jadi Gerbang Kebahagiaan
Kamis, 25 Jun 2026, 03:27 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti menegaskan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang disiapkan oleh sekolah haruslah menjadi gerbang yang menyambut murid baru dengan kebahagiaan dan bukan memberikan trauma.
Ia mengatakan tingginya perhatian publik terhadap isu perundungan dan kesehatan mental anak menjadikan paradigma baru MPLS tahun ini bergeser dari pertemuan fisik (meeting point) ke ruang penyatuan (melting point).
âMPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru, dari kegiatan MPLS yang rentan dengan kekerasan, perpeloncoan, dan yang kurang bermakna menjadi MPLS yang penuh kasih sayang, memuliakan, dan budaya damai yang didesain melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira,â kata Mendikdasmen Muâti di Jakarta, Rabu (24/6).
MPLS Ramah tahun ini, kata dia, bertujuan untuk melebur perbedaan, menghapus kecemasan, dan memastikan setiap murid baru langsung merasakan rumah kedua yang aman, nyaman, serta inklusif sejak hari pertama.
Ia melanjutkan ketegasan komitmen itu kini memiliki payung hukum yang kuat melalui pengesahan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Regulasi ini, kata Muâti, secara eksplisit melarang keras segala bentuk perpeloncoan, kekerasan fisik maupun psikis, pungutan liar hingga penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Lebih jauh, aturan ini juga memutus mata rantai tradisi senioritas yang negatif dengan melarang alumni terlibat dalam penyelenggaraan, serta mewajibkan orang tua berpartisipasi melalui sosialisasi sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Regulasi Baru
Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menambahkan regulasi baru ini didesain berdasarkan evaluasi mendalam untuk mengedepankan kesejahteraan fisik dan psikologis murid.
âRegulasi ini menegaskan MPLS merupakan momentum strategis untuk membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sejak hari pertama sekolah. Penyelenggaraannya diatur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui sosialisasi kepada orang tua atau wali murid sebelum kegiatan berlangsung,â kata Suharti.
MPLS Ramah 2026 mengirimkan pesan tegas kepada seluruh pihak di lingkungan pendidikan hari pertama sekolah adalah gerbang kebahagiaan, bukan awal dari ketakutan.
Ia menegaskan sudah saatnya anak-anak Indonesia belajar dengan aman, bertumbuh dengan nyaman bagi masa depan pendidikan Indonesia yang bersih dari trauma.
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami mengatakan pihaknya mewajibkan sekolah untuk menyosialisasikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah kepada orang tua murid baru. Ant/S-2
- mpls
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.