• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mahasiswa Diajak Ciptakan ...

Mahasiswa Diajak Ciptakan Solusi Polusi Udara Melalui Clean Air Policy Competition

Senin, 22 Jun 2026, 19:02 WIB

DEPOK – Upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi persoalan kualitas udara kembali digalakkan melalui kegiatan Akademi Udara Bersih: From Wisdom to Impactful Action. Program yang digagas Bicara Udara (Yayasan Udara Anak Bangsa) bersama Guidelight dan didukung Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Indonesia ini digelar di Auditorium Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Clean Air Policy Competition, sebuah kompetisi yang mengajak mahasiswa menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam menangani persoalan polusi udara, khususnya di kawasan perkotaan dan metropolitan.

Ket. Foto: Acara Akademi Udara Bersih: From Wisdom to Impactful Action, di Universitas Indonesia, Kota Depok, pada hari Jumat (19/6). Yayasan Bicara Udara bersama Universitas Indonesia mengajak mahasiswa menciptakan solusi dan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi polusi udara melalui Clean Air Policy Competition. — Sumber: Bicara Udara

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada isu pencemaran udara, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan riset, berpikir kritis, serta menyusun solusi berbasis data yang dapat berkontribusi terhadap kebijakan publik.

Tantangan kualitas udara menjadi perhatian serius seiring tingginya paparan polutan di berbagai wilayah Indonesia. Mengutip Studi Systemiq Indonesia “Better Air, Better Indonesia” 2023, rata-rata konsentrasi partikel polutan halus PM2.5 di Indonesia mencapai 39,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan batas aman tahunan standar nasional sebesar 15 µg/m³ dan sekitar enam kali lebih tinggi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 µg/m³.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan kognitif dan kondisi psikologis masyarakat. Sejumlah penelitian menunjukkan paparan PM2.5 berkaitan dengan penurunan kemampuan berpikir, konsentrasi, serta daya ingat.

Selain itu, penelitian yang terbit pada 2025 menemukan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi hingga 33 persen dan gangguan kecemasan hingga 55 persen, terutama pada kelompok usia muda 15–24 tahun.

Dalam sesi keynote speech bertajuk “Peran Kampus dalam Meningkatkan Empati dan Kemampuan Berpikir Ilmiah Mahasiswa agar Lebih Proaktif dalam Isu Polusi Udara”, Rahmi, S.Hum., M.Sc., Ph.D., Manajer Operasional, Data, dan Pengembangan Layanan UI GreenMetric, mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu merespons persoalan lingkungan.

“Kampus adalah tempat yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus kemampuan berpikir kritis. Ketika mahasiswa memahami dampak polusi udara berdasarkan data dan fakta, mereka perlu didorong untuk mencari solusi berupa ide dan usulan kebijakan,” ujar Rahmi melalui keterangannya pada hari Senin (22/6).

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan tidak cukup hanya melalui pemahaman teori, tetapi juga perlu diwujudkan melalui gagasan dan aksi nyata yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Fadhil Firdaus, City Advisor Breathe Jakarta-C40, menilai anak muda memiliki peluang besar untuk berperan dalam perubahan kualitas udara, baik melalui penelitian, inovasi teknologi, maupun keterlibatan dalam proses penyusunan kebijakan.

“Anak muda memiliki kesempatan besar untuk ikut berkontribusi, baik melalui riset, inovasi, maupun keterlibatan dalam proses kebijakan. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar peluang kita menciptakan perubahan,” kata Fadhil.

Roadshow Clean Air Policy Competition di Universitas Indonesia menjadi penanda dimulainya kompetisi tersebut. Mahasiswa terpilih nantinya akan memperoleh pendampingan dari para ahli, memperluas jaringan dengan berbagai pihak yang bergerak di bidang lingkungan, serta mendapatkan kesempatan mempresentasikan gagasan terbaik mereka dalam Forum Udara Bersih.

Melalui kompetisi ini, Bicara Udara berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari ekosistem perubahan dalam menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Mahasiswa yang ingin mengikuti Clean Air Policy Competition dapat melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/Daftar_CleanAirPolicy. Informasi lebih lanjut tersedia melalui akun Instagram @bicaraudara.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.