Kongo Disapu Ebola: 1.000 Kasus Terdeteksi, 254 Orang Tewas

Senin, 22 Jun 2026, 20:02 WIB

KIGALI - Republik Demokratik Kongo pada Minggu (21/6) menyatakan jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi telah melampaui 1.000 setelah infeksi baru kembali ditemukan.

Kementerian kesehatan setempat melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi 1.003 sejak wabah dinyatakan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Meski terjadi peningkatan, tim tanggap darurat terus melakukan investigasi aktif, pengawasan epidemiologi, dan tindakan pencegahan di daerah yang terdampak," kata kementerian itu.

Menteri Kesehatan Roger Kamba mengatakan upaya penanganan wabah terus dilakukan di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, meski jumlah pasien yang sembuh meningkat dan tingkat pelacakan kontak mengalami penurunan.

Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan jika penularannya tidak segera dikendalikan, wabah kali ini berpotensi lebih buruk dibanding epidemi Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Namun, Kamba mengatakan upaya komunikasi kepada masyarakat, diagnosis, dan penanganan kasus terus ditingkatkan untuk menekan penyebaran wabah.

Para ilmuwan dari Departemen Laboratorium Kesehatan Nasional dan Layanan Diagnostik Kementerian Kesehatan Uganda serta Institut Penelitian Biomedis Nasional Kongo mengatakan pekan lalu bahwa galur yang saat ini beredar, yaitu Ebola Bundibugyo, berasal dari penularan baru dari satwa liar.

Temuan tersebut menepis kemungkinan bahwa galur Ebola saat ini berasal dari wabah lama yang tersembunyi atau terus menyebar tanpa terdeteksi. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.