Donald Trump Umumkan Kolaborasi Produksi Cip Apple dan Intel

Senin, 22 Jun 2026, 01:00 WIB

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada akhrir pekan lalu melalui platform Truth Social bahwa raksasa teknologi Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama dalam merancang dan memproduksi cip di Amerika Serikat.

Dilansir dari Independent, potensi kemitraan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri semikonduktor domestik AS. Bagi Apple, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi rantai pasok dan kapasitas manufaktur cip di tengah meningkatnya kebutuhan produksi perangkat dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump — Sumber: AFP/ Ken Cedeno

Saat ini, produsen iPhone tersebut masih sangat bergantung pada TSMC, perusahaan semikonduktor asal Taiwan yang fasilitas produksi cip canggihnya juga digunakan oleh produsen cip AI terkemuka seperti NVIDIA dan AMD.

Sebelumnya, laporan The Wall Street Journal pada Mei lalu menyebut Intel telah mencapai kesepakatan awal untuk memproduksi sebagian cip Apple setelah lebih dari satu tahun pembicaraan antara kedua perusahaan. Jika terealisasi, kontrak tersebut akan memberikan permintaan yang stabil bagi Intel dari salah satu perusahaan elektronik konsumen terbesar di dunia sekaligus memperkuat posisi bisnis manufaktur cip perusahaan yang dalam beberapa tahun terakhir tertinggal dari TSMC.

Awal pekan ini, Intel mengumumkan bahwa teknologi manufaktur generasi terbarunya, Intel 18A, telah memasuki tahap produksi awal. Langkah tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap prosesor dan produk semikonduktor perusahaan.

Pemerintahan Trump juga diketahui terus mendorong penguatan industri cip domestik. Tahun lalu, pemerintah AS mengakuisisi sekitar 10 persen saham Intel dan mengumumkan rencana investasi senilai sekitar 10 miliar dolar AS untuk membangun maupun memperluas fasilitas manufaktur perusahaan tersebut di dalam negeri.

Delapan bulan kemudian, ketika nilai kepemilikan pemerintah di Intel meningkat hingga lebih dari 50 miliar dolar AS, Trump bahkan sempat menyatakan bahwa pemerintah "seharusnya meminta porsi saham yang lebih besar" di perusahaan tersebut.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah AS untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis dan semikonduktor serta mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok dalam sektor teknologi strategis.

Satu Dekade

Di sisi lain, Apple dikabarkan mulai menjajaki kembali kerja sama dengan Intel setelah hampir satu dekade bergantung pada TSMC untuk produksi cip. Apple sendiri sebelumnya menggunakan prosesor Intel pada lini komputer Mac sebelum beralih ke Apple Silicon berbasis ARM pada 2020.

Produksi cip Intel untuk perangkat Apple diperkirakan meningkat secara bertahap sepanjang 2027 hingga 2028. Namun, hingga kini belum diketahui seri cip Apple mana yang akan diproduksi oleh Intel. Perusahaan disebut sedang menguji teknologi manufaktur Intel 18A sekaligus mengevaluasi teknologi fabrikasi generasi berikutnya milik Intel.

Meski demikian, TSMC diperkirakan masih akan memasok lebih dari 90 persen kebutuhan cip Apple dalam beberapa tahun mendatang. Keterlibatan Intel juga disebut hanya terbatas pada proses manufaktur, sementara desain prosesor tetap dikembangkan oleh Apple.

Analis menilai langkah ini dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi Apple, mulai dari memperkuat ketahanan rantai pasok hingga mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok. Selain itu, kerja sama tersebut juga dinilai sejalan dengan dorongan pemerintah AS untuk meningkatkan produksi teknologi tinggi di dalam negeri.

  • Industri Cip

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.