Waspada Hujan Sangat Lebat, BMKG Bongkar Pemicu Cuaca Ekstrem di NTB Sepekan ke Depan
Senin, 27 Apr 2026, 17:35 WIBMATARAM -Â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya gangguan dinamika atmosfer signifikan yang memicu fenomena cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 30 April 2026 mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah NTB menjadi pemicu utama meningkatnya intensitas curah hujan. Kondisi ini diperparah dengan tingginya kelembapan udara serta labilitas atmosfer yang kuat, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima.
"Kami mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi di Mataram, Senin.
Satria mengatakan sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem berupa gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kemudian, keberadaan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang memperkuat pertumbuhan awan hujan skala lokal.
Faktor tingginya kelembapan udara dari lapisan bawah hingga atas serta labilitas atmosfer yang kuat turut mendukung pembentukan awan konvektif yang menjadi penyebab hujan lebat.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu tenang, namun selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar," ucap Satria.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah NTB yang meliputi Pulau Lombok, Sumbawa, hingga Bima.
Adapun hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di sebagian Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima.
Lebih lanjut Satria mengungkapkan ada juga potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter di perairan selatan NTB, termasuk Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia bagian selatan NTB.
"Waspada potensi gelombang laut tinggi karena dapat mengganggu aktivitas pelayaran kapal," pungkas dia.
- gelombang tinggi
- hujan lebat
- cuaca ekstrem ntb
- bmkg mataram
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
5 Strategi Negosiasi Gaji agar Pencari Kerja Tak Terjebak Tawaran di Bawah Standar
-
Dongkrak PAD dan Kemandirian Fiskal, Pemkot Samarinda Luncurkan Produk Air Minum Dalam Kemasan
-
Pemkab Tangerang Dorong Terciptanya Lingkungan Aman Bagi Anak
-
Manchester City Boyong Kiper Timnas Argentina Geronimo Rulli, Dikontrak DuaTahun
-
Spanyol Kuasai Sepak Bola Dunia, Permainan Penuh Kontrol Antar La Roja Raih Gelar Piala Dunia Kedua
-
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.
-
TransTRACK Pasang GPS di 244 Angkutan Trans Siswa Kabupaten Tabanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.