Gigi Berlubang Tak Boleh Dianggap Sepele karena Berdampak pada Tumbuh Kembang Anak

Sabtu, 20 Jun 2026, 16:50 WIB

JAKARTA – Masalah gigi berlubang atau karies masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan pada anak-anak Indonesia. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi belajar, pola makan, hingga tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani sejak dini.

Dokter gigi drg. Wuri Condro Gupito mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 02 Jakarta menunjukkan masih ditemukannya berbagai masalah kesehatan gigi, terutama karies dan gigi berlubang.

Ket. Foto: Edukasi sikat gigi bersama dalam kegiatan Gigi Kuat dan Sehat Bersama di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 02 Jakarta pada hari Sabtu (19/6). Pada kesempatan ini drg. Wuri Condro Gupito mengingatkan bahwa gigi berlubang pada anak dapat mengganggu kesehatan, konsentrasi belajar, hingga tumbuh kembang. — Sumber: Lion Wings

"Kondisi gigi para siswa cukup beragam. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, masih ditemukan kasus karies dan gigi berlubang yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kerusakan yang lebih parah," kata drg. Wuri dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi gratis bertajuk 'Gigi Kuat dan Sehat Bersama' yang digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 02 Jakarta pada hari Sabtu (19/6).  

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari aksi sosial "Gigi Kuat dan Sehat Bersama" yang diselenggarakan oleh Ciptadent bekerja sama dengan Kolese Kanisius. Sebanyak 238 siswa penyandang disabilitas intelektual dan disabilitas rungu dari SLB Negeri 02 Jakarta tingkat SD, SMP, dan SMA mendapatkan layanan pemeriksaan serta pengobatan gigi gratis melalui Mobil Klinik Ciptadent.

Menurut drg. Wuri, kesehatan gigi anak sering kali kurang mendapatkan perhatian karena banyak orang tua menganggap gigi susu akan tanggal dengan sendirinya. Padahal, kerusakan pada gigi sejak usia dini dapat berdampak pada kesehatan gigi permanen di kemudian hari.

Ia menjelaskan bahwa gigi berlubang yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan kualitas hidup anak. Dalam beberapa kasus, rasa nyeri akibat gigi berlubang juga membuat anak sulit berkonsentrasi saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Anak yang mengalami sakit gigi biasanya akan kesulitan makan, sulit tidur, dan kurang fokus saat belajar. Jika kondisi ini berlangsung lama, tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan proses tumbuh kembang mereka," ujarnya.

Data Hasil Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan pada 2025 menunjukkan bahwa gigi berlubang masih termasuk dalam lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat Indonesia. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai kesehatan gigi masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi anak-anak.

Dalam kesempatan itu, drg. Wuri menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan gigi anak. Peran orang tua, menurutnya, sangat penting dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak usia dini.

Ia mengingatkan agar anak menyikat gigi secara rutin setidaknya dua kali sehari, yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Selain itu, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride serta pendampingan orang tua saat menyikat gigi juga diperlukan untuk memastikan kebiasaan tersebut dilakukan dengan benar.

"Orang tua perlu mengajarkan teknik menyikat gigi yang tepat dan memastikan anak melakukannya secara rutin selama sekitar dua menit. Pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali juga penting untuk memantau kondisi kesehatan gigi dan mulut anak," jelasnya.

Sebagai bagian dari edukasi kesehatan gigi, drg. Wuri turut memperagakan teknik menyikat gigi yang benar kepada para siswa. Ia menjelaskan terdapat tiga gerakan dasar yang dapat membantu membersihkan seluruh permukaan gigi secara optimal.

Gerakan pertama adalah gerakan memutar atau bulat-bulat untuk membersihkan bagian depan gigi. Gerakan kedua adalah menyikat dari atas ke bawah guna membersihkan sela-sela serta bagian dalam gigi. Sementara gerakan maju-mundur digunakan untuk membersihkan permukaan gigi geraham atau bagian kunyah yang sering menjadi tempat menumpuknya sisa makanan.

Menurutnya, teknik menyikat gigi yang benar sama pentingnya dengan frekuensi menyikat gigi. Banyak anak yang sudah rutin menyikat gigi, namun masih mengalami masalah kesehatan gigi karena cara menyikat yang kurang tepat.

Selain memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan gigi bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih dalam menjaga kesehatan diri.

Kepala SLB Negeri 02 Jakarta, Dedeh Kurniasih, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai layanan kesehatan gigi yang diberikan sangat membantu para siswa untuk mendapatkan pemeriksaan yang mungkin belum rutin mereka peroleh.

"Kami sangat bersyukur karena anak-anak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi secara langsung. Dengan kondisi gigi yang lebih sehat, mereka dapat mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman dan fokus," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, drg. Wuri berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi anak terus meningkat. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup anak secara keseluruhan.

"Masalah gigi berlubang sebenarnya dapat dicegah. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan memastikan anak mendapatkan pendampingan yang cukup dari orang tua maupun lingkungan sekolah," pungkasnya.

Brand Manager Ciptadent Listyannisa Retnolestari menyampaikan, pihaknya  percaya setiap anak Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak memiliki gigi yang kuat dan sehat untuk tumbuh cerdas dan percaya diri.

“Lewat kegiatan 'Gigi Kuat dan Sehat Bersama' ini, kami ingin mewujudkan kepedulian anak-anak untuk menjaga gigi mereka tetap kuat dan sehat setiap hari. Harapan kami, dengan gigi yang sehat, anak-anak bisa terus menjalani pendidikan dan kehidupannya dengan penuh semangat," ungkapnya.

Aksi sosial ini disambut hangat oleh pihak sekolah merasakan manfaat dan kebahagiaan para siswa sepanjang acara. Dedeh Kurniasih, Kepala SLB Negeri 02 Jakarta, menuturkan pihaknya sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini.

“Senang sekali melihat murid-murid kami hari ini mendapat perawatan kesehatan gigi yang menyeluruh. Hal ini sangat penting bagi kami agar ke depannya anak-anak bisa mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan fokus tanpa terganggu masalah gigi," ungkap Dedeh Kurniasih, Kepala SLB Negeri 02 Jakarta.

  • Gigi berlubang
  • kesehatan gigi anak
  • Anak Berkebutuhan Khusus
  • karies gigi
  • kesehatan gigi dan mulut
  • Ciptadent
  • perawatan gigi anak
  • SLB Negeri 02 Jakarta
  • drg Wuri Condro Gupito
  • sikat gigi yang benar

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.