Antisipasi El Nino, Menteri PU Bentuk Satgas Khusus

Sabtu, 20 Jun 2026, 15:25 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino 2026-2027. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang akan mengkoordinasikan berbagai langkah mitigasi risiko kekeringan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan dampak El Nino berpotensi mengganggu pertanian, ketersediaan air baku, serta cadangan bendungan. “Khusus masalah El Nino, saya akan membentuk satgas khusus untuk menghadapi El Nino 2026-2027,” kata Dody dalam acara Infratalks dan launching buku ‘Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU, Catatan Perjalanan 500 Hari Sigap Membangun Negeri untuk Rakyat’ di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (19/6).

Ket. Foto: Menteri PU Dody Hanggodo — Sumber: RRI/Namira Kaguma

Menurut dia, penanganan El Nino memerlukan keterlibatan berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian PU. Karena itu, koordinasi lintas direktorat diperlukan agar langkah antisipasi dapat berjalan lebih efektif sejak dini.

Dody menjelaskan pemerintah telah memulai sejumlah langkah pencegahan sejak awal tahun. Salah satunya melalui program pengeboran air tanah dalam di sejumlah daerah yang selama ini rentan mengalami kekeringan.

Program tersebut antara lain dilakukan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Daerah-daerah tersebut menjadi prioritas karena kerap menghadapi keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.

Selain menambah sumber air, Kementerian PU juga mendorong pembangunan jaringan irigasi tersier menuju lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air hingga ke area yang paling membutuhkan.

“Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun. Wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier,” kata Dody.

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalkan fungsi bendungan sebagai cadangan air selama musim kemarau. Pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi dilakukan untuk menjaga pasokan air sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami telah melakukan berbagai langkah mitigasi melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi di wilayah-wilayah yang memiliki bendungan utama. Bendungan akan dioptimalkan sebagai cadangan air menghadapi musim kering,” ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.