• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sering Terbangun Malam unt...

Sering Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil? Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

Jumat, 19 Jun 2026, 21:03 WIB

JAKARTA – Kebiasaan terbangun di tengah malam untuk buang air kecil sering dianggap sebagai hal yang wajar bagi pria seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sekadar faktor penuaan. Frekuensi buang air kecil yang meningkat pada malam hari atau dikenal sebagai nokturia dapat menjadi salah satu tanda adanya pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).

Pembesaran prostat merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami pria, terutama pada usia lanjut. Kondisi ini diperkirakan dialami sekitar 50 persen pria berusia di atas 50 tahun dan meningkat hingga 80–90 persen pada pria berusia 80 tahun ke atas.

Ket. Foto: Ilustrasi pembesaran prostat. Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Elita Wibisono, Sp.U, mengatakan, sering terbangun malam untuk buang air kecil bisa menjadi tanda pembesaran prostat jinak. Kenali gejala, risiko, dampak, dan pentingnya deteksi dini pada pria. — Sumber: Primaya Hospital

Meski bersifat jinak dan tidak berkaitan langsung dengan kanker prostat, BPH dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala yang muncul secara perlahan sering membuat banyak pria menunda pemeriksaan karena menganggap perubahan pola buang air kecil sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Elita Wibisono, Sp.U, mengatakan pembesaran prostat menjadi salah satu masalah kesehatan pria yang banyak ditemukan, tetapi masih sering diabaikan.

“Banyak pasien menganggap pancaran urine yang melemah atau sering terbangun malam hari untuk buang air kecil sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Akibatnya, mereka baru datang ke dokter ketika kondisi sudah lebih berat, bahkan sampai mengalami komplikasi atau tidak bisa buang air kecil sama sekali,” ujar dr. Elita.

Prostat merupakan kelenjar kecil pada sistem reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran urine. Seiring bertambahnya usia, perubahan hormon dapat menyebabkan jaringan prostat tumbuh secara perlahan. Pada kondisi BPH, pembesaran jaringan prostat dapat menekan uretra atau saluran keluarnya urine sehingga aliran urine menjadi terganggu.

Tekanan tersebut membuat pria mengalami berbagai perubahan saat berkemih. Keluhan yang sering muncul antara lain pancaran urine yang melemah, kesulitan memulai buang air kecil, rasa tidak tuntas setelah berkemih, hingga urine yang menetes di akhir proses buang air kecil. Sayangnya, banyak pria memilih mengabaikan gejala tersebut karena dianggap tidak berbahaya.

Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah nokturia, yaitu kondisi ketika seseorang harus terbangun dari tidur untuk pergi ke toilet. Menurut dr. Elita, nokturia bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

“Bayangkan jika seseorang harus bangun tiga hingga lima kali setiap malam untuk buang air kecil. Waktu tidur menjadi terpotong, tubuh tidak mendapatkan istirahat optimal, sehingga seseorang bisa mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan produktivitas sehari-hari ikut menurun,” jelasnya.

Gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus juga dapat berdampak pada kondisi psikologis. Pria yang mengalami BPH sering merasa terganggu karena harus selalu mencari akses toilet, terutama ketika bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi ini dapat mengurangi rasa percaya diri dan membatasi aktivitas sosial.

Selain berdampak pada pasien, gangguan prostat juga dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan. Kebiasaan terbangun berkali-kali pada malam hari dapat mengganggu waktu istirahat bersama. Rasa lelah dan ketidaknyamanan akibat gangguan berkemih juga dapat memengaruhi suasana hati serta kedekatan dalam hubungan.

“Kesehatan prostat erat kaitannya dengan kualitas hidup pria. Ketika gangguan berkemih terus terjadi dan tidak ditangani, dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan interpersonal maupun kehidupan seksual,” kata dr. Elita.

Meski usia menjadi salah satu faktor risiko utama yang tidak dapat dihindari, pria tetap dapat menjaga kesehatan prostat melalui gaya hidup sehat. Aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menerapkan pola makan seimbang dapat membantu menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.

Konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan, termasuk makanan yang mengandung likopen seperti tomat, juga dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan prostat. Sebaliknya, konsumsi makanan olahan dan daging merah secara berlebihan sebaiknya dibatasi.

“Gaya hidup sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan prostat dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana seperti aktif bergerak dan memperhatikan pola makan dapat memberikan manfaat besar,” ujar dr. Elita.

Saat ini, penanganan pembesaran prostat juga semakin berkembang dengan hadirnya metode minimal invasif yang membuat proses terapi lebih nyaman bagi pasien. Prosedur seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate) dan Rezum dapat dilakukan tanpa sayatan besar pada bagian perut, sehingga pasien dapat menjalani pemulihan dengan lebih cepat.

Namun, keberhasilan penanganan sangat bergantung pada waktu pemeriksaan. Pria disarankan segera berkonsultasi apabila mulai mengalami perubahan pada pola buang air kecil, terutama jika sering terbangun lebih dari dua kali setiap malam, pancaran urine semakin melemah, merasa tidak tuntas setelah berkemih, atau mengalami nyeri maupun darah saat buang air kecil.

Deteksi sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, hingga gangguan fungsi ginjal. Dengan penanganan yang tepat, pria tetap dapat menjaga kualitas hidup dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

  • Kesehatan Lansia
  • Kesehatan Pria
  • urologi
  • pembesaran prostat
  • Primaya Hospital
  • Gaya Hidup Sehat
  • deteksi dini penyakit
  • Prostat Jinak
  • Benign Prostatic Hyperplasia
  • Nokturia
  • Gangguan Buang Air Kecil
  • Kualitas Hidup Pria
  • Terapi Prostat
  • TURP
  • Rezum

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.