PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya

Kamis, 18 Jun 2026, 14:35 WIB

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kesepakatan AS-Iran "akan berlaku efektif segera dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut."

Dikutip dari Associated Press, Sharif mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa Pakistan dan Qatar sebagai mediator bersama tetap akan menyelenggarakan upacara penandatanganan resmi pada hari Jumat (19/6) di Swiss.

Ket. Foto: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif — Sumber: EPA

Unggahannya muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menandatangani perjanjian tersebut saat makan malam di Istana Versailles.

Namun, Sharif sempat menghapus unggahan itu beberapa saat kemudian. Lalu, dia mengunggah ulang sebagian besar teks yang sama tetapi menghapus referensi upacara penandatanganan pada hari Jumat.

Hal itu bisa menimbulkan keraguan apakah upacara penandatanganan tersebut akan terlaksana.

Di Istana Versailles, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia menandatangani perjanjian itu, dan para pejabat AS telah merencanakan pertemuan pada hari Jumat di Swiss.

“Sudah ditandatangani,” kata Trump saat meninggalkan Versailles.

“Saya menandatanganinya di Versailles,” kata Trump. “Baru saja menandatanganinya.”

Gedung Putih juga mengatakan Trump menandatangani nota kesepahaman tentang mengakhiri perang di Iran saat berada di Versailles, meskipun tidak ada kamera yang hadir saat itu.

Diketahui bahwa banyak perjanjian bersejarah telah ditandatangani di Versailles selama berabad-abad, mengakhiri perang atau sengketa wilayah. Yang paling terkenal adalah perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1919 yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I.

Para pejabat senior AS telah membacakan nota kesepahaman dengan Iran kepada para jurnalis setelah berhari-hari dirahasiakan.

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membaca draf tersebut, yang belum dirilis oleh Iran, menjelang upacara penandatanganan resmi yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Menurut para pejabat, draf perjanjian tersebut mencakup standar 'minimum' baru untuk proses downblending uranium Iran yang sangat diperkaya. Selain itu, perjanjian tersebut juga memuat ketentuan untuk memastikan 'integritas teritorial' Lebanon setelah serangan terbaru Israel terhadap Hizbullah di wilayah Lebanon.

Sebagai imbalannya, AS akan berupaya mencabut, tetapi tidak menghapus, beberapa sanksi yang luas terhadap Iran setelah kesepakatan ditandatangani.

Para pejabat mengatakan bahwa draf perjanjian AS tersebut juga hanya menjamin jalur bebas tol di Selat Hormuz selama 60 hari, dan tidak menutup kemungkinan adanya biaya di masa mendatang.

  • Kesepakatan Damai AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.