Kabar Gembira! Peluang Kerja di Jerman Makin Terbuka Lebar bagi PMI

Kamis, 18 Jun 2026, 22:33 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Jerman mulai menjajaki perluasan sektor penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar bidang kesehatan, seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar kerja Jerman.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dengan Director General GIZ (Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) International Services, Andrea von Rauch, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (18/6).

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Pertemuan tadi membahas penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman terkait penempatan pekerja migran Indonesia," kata Christina.

Selain mengevaluasi pelaksanaan Program Triple Win, kedua pihak juga membahas peluang diversifikasi sektor penempatan serta menjajaki bidang-bidang baru yang berpotensi menjadi tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia di Jerman.

Christina menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Jerman, khususnya melalui Program Triple Win yang menjadi salah satu jalur penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Jerman secara aman, legal, dan etikal.

Menurut dia, perluasan sektor penempatan menjadi langkah penting untuk membuka peluang yang lebih luas bagi PMI yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

"Diversifikasi sektor penempatan penting dilakukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk Jerman," kata Christina.

Dalam pertemuan tersebut, Christina juga menyinggung peluang keterlibatan GIZ dalam mendukung Program SMK Go Global, sebuah program yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Menurut dia, dukungan mitra internasional akan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelatihan, sertifikasi, dan konektivitas lulusan dengan dunia kerja global.

"Keterlibatan berbagai mitra internasional penting untuk memperkuat kualitas pelatihan, sertifikasi, serta konektivitas dengan dunia kerja global," ujarnya.

Christina menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jerman adalah pemenuhan standar kemampuan bahasa yang berbeda pada setiap profesi.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan umumnya diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jerman hingga level B2. Sementara itu, sektor lain seperti perhotelan dan berbagai bidang jasa memiliki persyaratan bahasa yang relatif lebih fleksibel.

Karena itu, Indonesia dan Jerman perlu terus memperkuat koordinasi guna mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki prospek paling besar untuk dikembangkan dalam waktu dekat.

"Pertemuan antara Kementerian P2MI dan GIZ International Services menjadi langkah awal memperluas ruang kolaborasi Indonesia-Jerman dalam pengembangan tenaga kerja terampil, sekaligus membuka peluang penempatan yang lebih beragam bagi pekerja migran Indonesia di masa mendatang," demikian kata Wamen P2MI tersebut. Ant

  • germany
  • pekerja migran indonesia

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi

Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Perkuat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

BPBD Karawang Didistribusikan 828.000 Liter Air Bersih ke 15 Desa

Indonesia Kini Punya IBMA, Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional

Tim Gabungan Berbagai Unsur Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan 10,65 Hektare di Penajam

Pascagempa NTT, PT Pertamina Tunggu Hasil Tes Struktur Kekuatan Dermaga Reo

Adik Kim Jong-un Ragukan Klaim Trump tentang Pembicaraan Rahasia AS-Korea Utara

Trailer Terbaru Whalefall: Teror Bawah Laut, Ditelan Paus Sperma dan Punya Satu Jam untuk Bertahan

Kapal Pelni KM Tidar Tiba di Maumere, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.