Kemenhub Larang Kapal Mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau
Minggu, 06 Sep 2026, 17:55 WIBBANTEN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang kapal mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pembatasan tersebut diberlakukan selama gunung api berstatus Level III atau Siaga untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan pelayaran.
Ketentuan tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten. Ketentuan itu berdasarkan Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026, Minggu (6/9).
âKapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Ketentuan ini diberlakukan selama status Level III (Siaga) masih berlaku,â ujar Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha.
Pembatasan tersebut dilakukan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang kini berada pada Level III atau Siaga. Seluruh kapal yang melintas di perairan tersebut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik.
âSeluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi,â kata Yogie.
Kemenhub meminta nakhoda senantiasa memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, BPBD setempat, serta instansi pemerintah terkait.
Dalam merencanakan pelayaran, nakhoda juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik. Termasuk juga informasi keselamatan pelayaran yang diterbitkan instansi berwenang.
Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan, nakhoda diminta segera mengambil tindakan penghindaran. Kondisi tersebut juga harus dilaporkan kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai atau syahbandar terdekat.
Sementara, layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal. Operasional tetap dilakukan dengan mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan pelayaran. ils/I-1
- Kemenhub
- Erupsi Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Hari Kedua, Basarnas Maksimalkan Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
-
Demi Vollering Juara Dunia Balap Sepeda Jalan Raya, Menang Dramatis di Montreal
-
Kemiri NTB Dibidik Jadi Komoditas Ekspor Bernilai Tambah
-
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda.
-
Kekeringan Makin Parah, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 75,4 Juta Liter Air Bersih
-
Bikin Penasaran! Kemenpar Siapkan Jurus Baru agar Harga Tiket Pesawat Turun
-
Ngebut Banget! Baru Rilis 12 Hari, Meta Muse Sudah Diunduh 1,8 Juta Kali Kuasai AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.