Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Terima Laporan Haji 2026 di Hambalang

Rabu, 17 Jun 2026, 16:17 WIB

Bogor, Jawa Barat - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim yang merayakan.

"Izinkan kami mewakili Bapak Presiden dan mewakili pemerintah menyampaikan selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 hijriah kepada seluruh umat Islam yang merayakan," kata Prasetyo di kediaman Presiden Prabowo di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional HIPMI ke-18 Tahun 2026 di Lampung, Rabu (10/6). — Sumber: Antara

Pada kesempatan itu, Prasetyo turut menyampaikan agenda Presiden Prabowo di Hambalang pada Rabu sore ini, yakni menerima laporan pelaksanaan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Selain menerima laporan terkait haji, Presiden juga memanggil sejumlah menteri, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk memberikan perkembangan terkait persiapan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang sedang berjalan.

"Dan juga update mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan
berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum melakukan transformasi diri dan sosial.

"Hijrah bukan hanya perpindahan fisik Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat kabilah yang sempit dan primordial menuju masyarakat umat yang global, kosmopolitan, serta diikat oleh kasih sayang," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (16/6).

Menag mengatakan hijrah tidak sekadar dimaknai sebagai perpindahan fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan cara pandang dari mentalitas kabilah menuju kehidupan umat yang inklusif, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Menag mengatakan terdapat perbedaan mendasar antara berbagai bentuk komunitas sosial. Kabilah dibangun atas dasar hubungan darah, sya'abun berlandaskan ikatan keluarga besar, qawmun terbentuk melalui kesepakatan sosial dan organisasi, sedangkan hizbun merujuk pada kelompok atau partai politik.

Menag mengatakan umat merupakan komunitas yang dipersatukan oleh empat unsur sekaligus yaitu kasih sayang, visi ke depan, kepemimpinan yang berwibawa, serta masyarakat yang santun dan taat, dalam satu sistem kepemimpinan yang disebut imamah.

"Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat," kata Nasaruddin.

Menag mengajak umat Islam melakukan refleksi terhadap kondisi kehidupan sosial saat ini.

  • Presiden Prabowo Subianto

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.