Pemprov Kaltara Dukung Pelatihan Pendamping Sertifikasi Halal UMKM di Tanjung Selor
Rabu, 17 Jun 2026, 02:20 WIBTANJUNG SELOR -Â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendukung penuh percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM melalui penguatan ekosistem industri halal lokal.
Proses Produk Halal (P3H) yang digelar DPW Hidayatullah Kaltara bersama Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Pusat di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara Muhammad Rosyid mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong kemajuan UMKM di Kaltara.
"Seminar dan pelatihan yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong kemajuan UMKM di Kaltara," katanya.
Rosyid mengatakan industri halal menjadi salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat, baik di tingkat nasional maupun global. Produk halal tidak hanya dibutuhkan umat Islam, tetapi juga telah menjadi simbol kualitas, keamanan, dan kepercayaan yang diakui masyarakat luas.
Menurut dia, sertifikasi halal berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
"Sertifikasi halal bukan hanya untuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi untuk meningkatkan daya saing usaha dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk-produk lokal Kaltara," ujarnya.
Ia menegaskan Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem halal melalui penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, perluasan pendampingan sertifikasi halal, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.
Menurut Rosyid, pengembangan industri halal tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Ia berharap seminar dan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal. Selain itu, peserta pelatihan P3H diharapkan mampu menjadi pendamping yang profesional dan kompeten dalam membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal.
Rosyid juga berharap kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat semangat kewirausahaan masyarakat agar terus berinovasi menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.
Pemprov Kaltara, lanjut dia, optimistis sinergi antara pemerintah, lembaga halal, dunia usaha, dan masyarakat dapat mendorong Kaltara menjadi salah satu daerah yang maju dalam pengembangan ekonomi dan industri halal.
"Keberhasilan pengembangan ekosistem halal memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami mengajak semua pihak memperkuat kerja sama dan komitmen dalam mendorong pengembangan UMKM serta percepatan sertifikasi halal di Kaltara," katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kaltara Muh. Irsan Sulaiman mengatakan seminar dan pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta yang ingin terlibat dalam proses pendampingan sertifikasi halal.
"Pelatihan ini untuk menyiapkan pendamping yang dapat memfasilitasi UMKM memperoleh sertifikat halal," katanya.
Menurut Irsan, masih banyak pelaku usaha yang menganggap pengurusan sertifikat halal rumit. Padahal, dengan pendampingan yang tepat, proses tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan bahkan tanpa biaya bagi kategori tertentu.
Selain seminar, panitia juga menyelenggarakan pelatihan bagi calon pendamping halal yang berasal dari lima kabupaten/kota di Kaltara.
Sebanyak sekitar 50 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Tana Tidung, Malinau, Nunukan, Bulungan, dan Kota Tarakan.
Ia berharap para peserta dapat menjadi pendamping halal di daerah masing-masing sehingga semakin banyak UMKM yang memperoleh sertifikasi halal dan meningkatkan daya saing produknya.
- sertifikasi halal kaltara
- umkm kaltara
- pemprov kaltara
- pendamping proses produk halal
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.