Pekerja Singapura Dinobatkan Jadi Pengguna AI Paling Aktif di Dunia

Rabu, 17 Jun 2026, 23:02 WIB

SINGAPURA - Indeks Tren Kerja Microsoft 2026 merilis data pada Selasa (16/6) yang menyebut bahwa pekerja di Singapura termasuk pengguna akal imitasi (AI) paling aktif di dunia.

Microsoft dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa studinya menemukan 66 persen pengguna AI di Singapura menghasilkan pekerjaan yang tidak mungkin mereka buat setahun yang lalu, melampaui rata-rata global sebesar 58 persen. Di kalangan "Frontier Professionals", angka tersebut melonjak menjadi 82 persen.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ROSLAN RAHMAN

Para pekerja di Singapura juga menunjukkan rasa kepemilikan yang kuat saat menggunakan AI, dengan 88 persen menyatakan bahwa mereka tetap bertanggung jawab atas pemikiran di balik kerja mereka, sedikit di atas rata-rata global sebesar 86 persen.

Lebih dari separuh responden mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis sebagai keterampilan paling penting di lingkungan kerja berbasis AI.

Namun, laporan tersebut menyoroti adanya kesenjangan antara adopsi AI oleh pekerja dan kesiapan organisasi.

Meskipun 78 persen pengguna AI di Singapura menyadari urgensinya beradaptasi dengan cepat terhadap AI, hanya 24 persen yang meyakini tim kepemimpinan mereka memiliki keselarasan yang jelas terkait strategi AI, angka ini berada di bawah rata-rata global sebesar 26 persen.

Secara keseluruhan, Singapura menempati peringkat kedua di dunia dalam AI Diffusion Index Microsoft, yang mencerminkan adopsi AI secara luas di seluruh jajaran tenaga kerja.

"Tenaga kerja Singapura termasuk yang paling siap dalam adopsi AI di dunia, dengan karyawan yang sudah memanfaatkan AI untuk membuka cara-cara baru dalam bekerja sembari tetap menempatkan penilaian manusia sebagai pusatnya," ujar Wee Luen Chia, managing director Microsoft Singapura. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.