• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ibu Hamil Akan Jalan-jalan...

Ibu Hamil Akan Jalan-jalan? Boleh Saja, Tapi Perhatikan Saran Dokter Berikut  

Selasa, 16 Jun 2026, 09:08 WIB

SLEMAN – Siapa pun tentu ingin piknik, termasuk ibu hamil. Ibu-ibu yang tengah mengandung tetap boleh jalan-jalan, tapi perhatikan dulu nasihat dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr Natasya Prameswari, Sp.OG ini. Dokter membagikan kiat yang bisa dilakukan ibu hamil melakukan perjalanan jarak jauh atau traveling, termasuk saat trimester kedua.

Menurut dia perjalanan jarak jauh pada ibu hamil masih diperbolehkan dengan syarat sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelumnya dan tidak ada penyulit pada saat kehamilan.

Ket. Foto: ibu hamil — Sumber: ist

“Karena pada trimester kedua, biasanya kehamilan itu sudah tidak terlalu berisiko seperti di trimester pertama maupun di trimester tiga yang sudah mendekati persalinan,” kata dokter Natasya yang berpraktik di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dalam wawancara bersama ANTARA, di Depok, Jawa Barat, Senin.

Ibu hamil, kata Natasya, saat akan perjalanan jarak jauh harus dengan kondisi yang membuat nyaman. Tidak disarankan berpergian jarak jauh dengan mode transportasi yang membuat ibu hamil tidak nyaman.

Bepergian menggunakan transportasi baik darat, laut, atau udara tetap diperbolehkan selama hamil, namun ada sejumlah perhatian khusus yang perlu dipertimbangkan demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Misalnya, ibu hamil untuk perlu mengenali gejala yang berpotensi membahayakan kehamilan, seperti kontraksi dan perdarahan. Oleh karena itu penting harus tahu di mana lokasi tujuannya itu mempunyai fasilitas kesehatan.

Ibu hamil yang melakukan perjalanan jarak jauh juga disarankan mengenakan stoking kompresi sebagai langkah pencegahan terhadap Deep Vein Thrombosis (DVT) atau pembekuan darah, serta minimal setiap 2 jam melakukan stretching atau pereggangan.

“Stretching ringan, mungkin meregangkan kaki, meregangkan tangan, bahkan jalan-jalan asal tidak di dalam satu posisi terus-menerus setiap dua sampai tiga jam apabila traveling jarak jauh,” imbuh dia.

Jika ibu hamil terpaksa harus menjalani jarak jauh sendiri, dokter Natasya menyarankan harus melaporkan status kehamilan kepada petugas atau pihak yang berwenang yang ditumpanginya, agar jika muncul masalah kesehatan selama perjalanan, dapat segera memberikan pertolongan.

Kemudian, pastikan sebelum traveling ibu hamil harus cek ke dokter kandungannya terlebih dahulu, agar memastikan kehamilannya itu dengan penyulit atau tanpa penyulit, dan diperbolehkan untuk terbang atau berpergian.

Dokter Natasya juga menyampaikan ibu hamil yang melakukan perjalanan sebaiknya tidak dianjurkan untuk membawa barang banyak melebihi kemampuannya.

“Ibu hamil saat traveling yang jelas harus membawa kartu identitas, pastikan ibu hamil itu membawa buku ping atau kontrolnya, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada buku kontrol dari sebelumnya yang bisa dilihat oleh dokter objek di tempat tujuan tersebut,” imbuh dia.

Lebih lanjut, dokter Natasya mengatakan bahwa risiko perjalanan pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh jarak tempuh dan tujuan perjalanan. Baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara, ibu hamil perlu memastikan kondisinya telah dinyatakan layak bepergian oleh dokter.

“Risikonya apabila ibu hamil itu capek, mengalami stres, itu bisa ada kondisi yang dinamakan kontraksi atau kontraksi palsu. Kalau kontraksi terus-menerus itu yang harus diwaspadai. Kondisi apabila ada pecah ketuban, keluar darah itu harus diperiksa lebih lanjut di fasilitas kesehatan,” ujar dia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.