Generasi Muda Harus Tingkatkan Kewaspadaan Kejahatan Digital

Senin, 15 Jun 2026, 03:08 WIB

MEDAN- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat terkhusus generasi muda untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari bahaya kejahatan dunia digital.

“Ruang digital saat ini diisi berbagai ragam konten-konten, baik yang banyak manfaatnya maupun yang buruknya,” ujar Meutya Hafid di Medan, Sumut, Minggu (14/6).

Ket. Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. — Sumber: Antara

Menurut dia, kejahatan digital yang kerap menyasar generasi muda harus menjadi atensi seluruh elemen masyarakat karena mewujudkan ruang digital yang aman perlu peran dam kontribusi semua individu.

“Mengingat sebagian besar aktivitas penggunaan internet juga dilakukan secara personal di ruang privat,” kata dia.

Oleh karena itu, mantan Ketua Komisi I DPR RI itu mengajak generasi muda untuk lebih bijak dan cerdas menggunakan internet di era perkembangan teknologi saat ini.

Ia mengatakan konten media sosial dapat mempengaruhi cara pandang dan prilaku manusia jika tidak dimanfaatkan dengan cermat dan bijak.“Internet itu seperti pisau bermata dua. Banyak manfaatnya, tetapi juga banyak dampak buruknya jika tidak digunakan dengan bijak,” sebut dia.

Dalam meningkatkan kewaspadaan kejahatan digital, Meutya mengatakan kementerian yang dipimpinnya akan memperkuat literasi digital masyarakat dengan berbagai upaya.

“Literasi digital salah satu tugas Kemkomdigi menurunkan dan mencegah kejahatan digital. Kita akan mendorong masyarakat khususnya generasi muda menjadi duta internet sehat,” ujarnya.

Jadi Benteng

Meutya Hafid menyerukan dengan tegas agar generasi muda segera bangkit menjadi duta internet sehat dan garda terdepan memerangi kejahatan digital.

“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama,” kata Meutya.

Seruan ini disampaikan di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut dia, ruang digital yang mayoritas bersifat pribadi membutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen ­perubahan.

Meutya menekankan bahwa kemajuan teknologi digital membawa peluang besar, tetapi juga ancaman serius jika tidak dijaga. Saat ini, ruang digital semakin dipenuhi hujatan, fitnah, kebencian, dan informasi palsu yang justru didorong oleh algoritma platform yang menyukai konten kontroversial. “Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” ujarnya.

Menkomdigi juga mengingatkan bahaya ketergantungan berlebih pada media sosial yang membuat generasi muda semakin enggan berorganisasi dan berinteraksi langsung di dunia nyata. Padahal, organisasi dan komunitas nyata adalah wadah vital untuk membentuk daya kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif.

Meutya Hafid mengatakan generasi muda menjadi elemen yang paling mendominasi dalam menggunakan internet di Indonesia. “Dari 230 juta jiwa yang menggunakan internet, 60 persennya merupakan generasi muda,” ujar Meutya.

Meutya menjelaskan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, mulai dari perluasan akses informasi, pendidikan, ekonomi, hingga jejaring sosial.

Namun, kata dia, manfaat tersebut dapat berubah menjadi risiko apabila internet tidak digunakan secara bijak oleh generasi muda. Apalagi, kata dia, ruang digital saat ini semakin dipenuhi konten yang mengandung hujatan, kebencian, fitnah, serta informasi tidak benar akibat tidak terlepas dari cara kerja algoritma platfrom digital yang mendorong konten kontrovesial karena lebih banyak menarik perhatian.

“Jika tidak digunakan dengan bijak, Internet itu pisau bermata dua, banyak manfaatnya dan juga banyak buruknya,” sebut dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan memperkuat pemahaman dunia internet guna mencegah generasi muda menjadi sasaran pelaku kejahatan.Ia mengajak generasi muda untuk pro aktif menolak seluruh indikasi kejahatan digital dengan melakukan berbagai upaya termasuk melaporkan pada pihak berwenang.

“Pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi provokatif yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan publik,” ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati mengingatkan pentingnya upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta nilai moral sebagai upaya menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah perkembangan era ­digital.

“Sebagai wakil rakyat saya mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai agama, moral, budaya, dan ketahanan keluarga yang menjadi ­fondasi kehidupan bermasyarakat,” katanya di Surabaya, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan aktivitas perilaku menyimpang dalam sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur yang menjadi perhatian publik.

Lilik menilai penguatan pendidikan karakter dan akhlak menjadi langkah penting, terutama bagi kalangan generasi muda. Menurut dia, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam menanamkan nilai dan membangun kepribadian anak.

Ia menambahkan, pembentukan karakter generasi penerus membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari orang tua, sekolah, tokoh agama, pemerintah, hingga lingkungan masyarakat. Ant/S-2

  • Kejahatan Ruang Digital

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.